Saat ini, banyak penyakit berbahaya yang menjangkit masyarakat. Baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Bukan tanpa alasan, penyakit-penyakit ini muncul karena pola makan yang tidak sehat. Terlebih, saat ini, kebanyakan industri bahan makanan hanya berorientasi pada keuntungan saja tanpa mempertimbangkan manfaat dan bahayanya jika dikonsumsi secara terus menerus. Anda mungkin tidak bisa mengatur industri dalam memproduksi makanan. Namun, Anda bisa mengatur pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk tubuh. Untuk itu, ketahui bahan makanan yang tidak menyehatkan agar Anda bisa memilah jenis produk apa yang sebaiknya dikonsumsi. Langsung saja, berikut pembahasannya! Makanan Kalengan Jika menilik sifatnya yang praktis, tentu siapa saja lebih memilih makanan kalengan untuk dikonsumsi. Pasalnya, makanan kalengan lebih mudah untuk dimakan tanpa proses produksi yang panjang. Namun, sayangnya, jenis makanan yang satu ini akan berkurang zat gizinya secara drastis. Ketika proses pengalengan dilakukan, maka kandungan protein maupun vitamin di dalamnya akan rusak. Industri bahan makanan modern memang memberikan kemudahan, tetapi, jika tidak menyehatkan, tampaknya Anda harus berpikir ulang. Daging Olahan Makanan tidak sehat yang selanjutnya adalah daging olahan. Hal ini dikarenakan daging olahan sudah mengalami proses penambahan bahan pewarna maupun pengawet. Bahan tersebut bisa membuat beban hati jadi makin berat. Kandungan amonium nitrit di dalamnya pun dapat menyebabkan penyakit kanker. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi daging olahan secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak. Sebab, hal ini bisa menyebabkan tekanan darah menjadi kurang stabil. Pun, kinerja organ ginjal akan terganggu. Gorengan Gorengan mengandung jumlah kalori yang sangat tinggi. Pun, dengan kandungan oksidan dan lemaknya. Apabila keseringan mengkonsumsi gorengan, maka Anda bisa menderita obesitas. Selain itu, Anda rentan terkena hyperlipitdema yang memicu penyakit jantung koroner. Industri bahan makanan di Indonesia juga banyak memproduksi makanan gorengan. Sebab, masyarakat Indonesia memang cenderung menyukai olahan makanan yang digoreng. Tak heran jika jumlah penderita obesitas di Indonesia cenderung tinggi. Tentunya Anda tidak ingin jadi bagian tersebut, bukan? Roti Putih Roti putih merupakan menu sarapan yang kurang baik. Pasalnya, di dalamnya mengandung karbohidrat olahan. Dimana kandungan serat dan nutrisi yang penting sangat lah rendah. Selain itu, roti putih jika dikonsumsi berlebihan akan memicu kenaikan gula darah. Untuk itu, Anda dapat mengganti roti putih dengan roti yang berasal dari gandum utuh dengan kandungan serat yang tinggi. Jus Buah Kemasan Sekilas, mendengar kata buah memang yang terbesit adalah kata “sehat dan menyehatkan”. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk jus buah kemasan. Dalam banyak penelitian, disebutkan bahwa konsumsi jus buah lebih dari 150 ml sama buruknya dengan mengonsumsi minuman soda. Pasalnya, jus buah mempunyai kandungan serat yang rendah dan kalorinya cukup tinggi. Untuk mendapatkan manfaat dari buah, Anda lebih disarankan untuk mengkonsumsinya langsung. Setelah menyimak sekian banyak makanan yang tidak sehat dan bisa memicu penyakit, tentu timbul rasa was-was di dalam hati. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab, ada industri bahan makanan terbaik yang memproduksi bahan makanan sehat dengan kandungan gizi tinggi. Industri bahan makanan tersebut adalah Global Solusi Ingredia atau sering disebut dengan GSI. Produsen ini selalu menjaga kualitas dan kinerja produk yang unggul sehingga kerap dipercaya menjadi supplier bahan pangan domestik maupun internasional. GSI sudah lama bermitra dengan industri makanan sebagai pemasok bahan pangan fungsional bagi pabrik susu, pengolahan daging, bio-diesel, makanan ringan, minyak nabati, dan juga lemak. Meskipun nama tersebut ada di daftar makanan tidak sehat, tetapi, produk dari GSI berbeda. Sebab, sudah melalui inovasi panjang yang menyebabkan kandungan gizi pada makanan olahan tetap terjaga. Siap untuk hidup sehat bersama GSI?
Saat ini, mengonsumsi makanan bukan hanya menjadi kebutuhan mengisi perut saja. Melainkan juga untuk menjaga kesehatan atau bahkan memperpanjang usia. Maka dari itu, kini banyak produsen bahan makanan berlomba-lomba menciptakan inovasi baru. Sehingga, hasil produksinya bisa memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan masyarakat. Pasalnya, saat ini banyak makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Serta, jika dikonsumsi dalam jangka waktu singkat atau panjang bisa menyebabkan penyakit. Sementara itu, makanan sehat harusnya mengandung zat yang diperlukan tubuh dengan jumlah yang memadai. Lantas, apa saja produk bahan makanan sehat yang seharusnya Anda konsumsi? Mari ketahui lebih jauh agar Anda lebih selektif dalam memilih makanan! Mengandung Serat yang Tinggi Bagi Anda yang sedang menjalankan diet, tentu sudah tidak asing lagi dengan kandungan serat dalam makanan. Nah, serat sendiri merupakan karbohidrat kompleks yang tidak bisa dicerna tubuh. Berbeda dengan lemak, protein, serta karbohidrat biasa yang mudah dipecah tubuh. Serat hanya melalui organ pencernaan sesudah mengonsumsi makanan. Kemudian, akan dikeluarkan lagi melalui anus. Ada beberapa manfaat serat bagi tubuh seperti menurunkan kadar kolesterol, membantu mendapatkan berat badan yang ideal, serta bisa mengontrol kadar gula dalam darah. Nah, jenis makanan yang mengandung serat diantaranya beras merah, buah-buahan, kembang kol, kangkung, kacang-kacangan, gandum, pasta, wortel, dan sebagainya. Mengandung Omega-3 Omega 3 merupakan asam lemak yang sangat penting bagi metabolisme tubuh. Meski begitu, omega 3 tidak diproduksi tubuh sehingga cara mendapatkannya adalah dari asupan makanan sehari-hari. Nah, fungsi asam lemak ini adalah untuk cadangan energi dan baik bagi jantung, otot, serta organ yang lain. Sumber alami omega-3 diantaranya minyak nabati, minyak ikan, argan oil, minyak biji rami, minyak kanola, dan sebagainya. Selain itu, omega 3 juga terdapat pada berbagai jenis ikan, misalnya pada salmon, sarden, tuna, dan patin. Kerang, udang, dan bayam juga makanan yang memiliki kandungan omega-3 yang cukup tinggi. Kini, banyak juga produsen bahan makanan yang melakukan inovasi dengan menambahkan omega-3 pada produknya. Sehingga, Anda sudah mendapatkan manfaat tersebut bukan melalui bahan yang dikonsumsi setiap hari. Mengandung Antioksidan Antioksidan merupakan zat yang bisa memperlambat kerusakan sel yang dikarenakan radikal bebas. Tentunya Anda tahu bahwa radikal bebas disebabkan karena beberapa hal seperti paparan asap rokok, polusi udara, alkohol, kadar gula darah tinggi, dan sebagainya. Sejatinya, tubuh manusia dapat memproduksi antioksidan. Namun, seiring berjalannya waktu, produksinya akan melambat. Nah, antioksidan sendiri ada pada beberapa asupan makanan yang mengandung vitamin C dan E, karoten, serta beta karoten. Mengandung Lemak Baik Anda tentu kurang tepat jika menganggap bahwa semua lemak memiliki efek yang tidak baik bagi tubuh. Kabar baiknya, ada beberapa jenis lemak yang baik yang disebut dengan HDL atau high-density lipoprotein . Lemak baik justru akan membuat jantung lebih sehat karena menormalkan tekanan darah. Contoh makanan dengan lemak baik adalah buah alpukat dan berbagai jenis minyak nabati. Produk Makanan dari GSI Tak hanya melalui bahan makanan alami saja, kini, Anda bisa mendapatkan kandungan yang menyehatkan pada produk makanan buatan. Seperti inovasi yang dilakukan oleh produsen bahan makanan Global Solusi Ingredia atau GSI. GSI sendiri merupakan bagian dari grup Global Specialty Ingredients Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Perusahaan ini memproduksi bahan makanan fungsional dan khusus. Beberapa jenis bahan makanan sehat yang diproduksi adalah functional emulsifier , pangan fungsional, antioksidan, antimicrobials , cokelat, pewarna makanan alami, dan sebagainya. Produsen bahan makanan yang satu ini selalu melakukan inovasi supaya produknya sehat untuk dikonsumsi serta memenuhi kebutuhan gizi. Untuk itu, segera ganti bahan makanan Anda dengan produk GSI yang sudah jelas sehat dan menjanjikan.
Di Indonesia, industri minyak goreng menempati posisi yang strategis. Pasalnya, bahan makanan yang satu ini memang sangat dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari. Nah, salah satu penyedia minyak goreng yang saat ini bisa Anda pertimbangkan adalah Global Solusi Ingredia. Selain menyediakan berbagai macam bahan makanan berkualitas tinggi, produsen asal Malaysia ini juga memiliki produk andalan berupa minyak goreng. Bukan minyak goreng biasa, GSI menawarkan sebuah inovasi industri minyak goreng terbaru dan memiliki nilai lebih. Hal ini dikarenakan GSI menggunakan pengalaman dan pengetahuannya di bidang penghancuran, penggilingan, pemurnian, hidrogenasi, IE, EIE, dan masih banyak lagi. Sehingga, industri minyak goreng ini dapat memenuhi parameter kualitas yang ketat serta persyaratan untuk menjadi makanan fungsional. Makanan fungsional sendiri merupakan jenis makanan yang memiliki manfaat kesehatan karena memiliki kandungan nutrisi tambahan di samping fungsi gizi dasar pada jenis makanan tersebut. Substansi pada makanan fungsional ini adalah zat gizi esensial sehingga bisa menjaga fungsi tubuh dalam pertumbuhan. Selain itu, adanya komponen bioaktif yang mampu memberi hasil positif pada kesehatan dan efek fisiologis yang diinginkan. Ingredients Minyak GSI Kualitas yang tinggi dari industri minyak goreng GSI tidak terlepas dari bahan yang digunakan pada proses pembuatannya. Diantara daftar bahan pada minyak goreng ini meliputi : · CBS (cocoa butter substitute) · CBE (cocoa butter equivalent) · PMF (Palm Mid Fraction) · CBR (cocoa butter replacer) · Shortening · Minyak sayur · Dan sebagainya CBS berasal dari fraksi palm kernel oil atau minyak inti sawit. Sedangkan CBR diolah dari fraksi minyak sawit dan minyak nabati yang lain. Untuk CBE sendiri adalah campuran dari fraksi minyak sawit dan minyak yang eksotis laiknya shea butter Afrika dan minyak tengkawang yang berasal dari Kalimantan Barat. Proses produksi CBE menggunakan teknologi yang lebih rumit ketimbang CBS dan CBR. Bahan lain yang digunakan adalah PMF atau palm mid fraction. PMF ini biasa digunakan sebagai shortening serta filling cream fat. Dimana PMF memiliki titik leleh yang cukup rendah dan bentuknya cair. Dengan bahan-bahan tersebut, maka minyak goreng GSI dapat meningkatkan tekstur dan rasa makanan, serta kelayakan produk. Selain itu, industri minyak goreng GSI memenuhi beberapa ciri dari minyak yang berkualitas tinggi, diantaranya : 1. Warna minyak jernih dan bening. 2. Tidak mengandung lemak secara berlebihan terlebih dari jenis hydrogenated oil dan minyak jenuh. 3. Memiliki aroma yang khas. 4. Memiliki titik leleh yang rendah sehingga tidak mudah membeku. Ini juga bisa menjadi indikasi bahwa minyak tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. 5. Teksturnya menyerupai air. 6. Tidak membuat tenggorokan gatal. 7. Mempunyai nilai nutrisi. Penggunaan minyak yang kurang berkualitas dapat membahayakan kesehatan. Pasalnya, minyak memiliki kandungan lemak yang tinggi sehingga konsistensinya akan jadi lebih kental. Sehingga, bisa membentuk radikal bebas yang menyebabkan berbagai jenis masalah kesehatan. Penggunaan Minyak Goreng GSI Minyak goreng GSI memang memiliki banyak kelebihan. Selain itu, mengandung nutrisi dan baik untuk kesehatan. Sehingga, cocok untuk digunakan pada berbagai jenis industri. Mulai dari snack, catering, penggorengan, campuran cokelat, produk bakery, produk perawatan tubuh laiknya kosmetik, dan masih banyak lagi. Penggunaan minyak GSI juga bisa domestic use atau rumah tangga, industri, serta restoran. Demikian pembahasan mengenai industri minyak goreng Global Solusi Ingredia, komposisi, dan manfaatnya. Mulai sekarang, pastikan Anda menggunakan minyak yang berkualitas untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Pun, akan membuat proses produksi bahan makanan menjadi lebih optimal.
Global Solusi Ingredia adalah salah satu perusahaan industri bahan makanan yang cukup anyar di Indonesia. Meski begitu, perusahaan yang merupakan bagian dari Global Speciality Ingredients Sdn Bhd Malaysia ini sangat layak untuk menjadi pemasok bahan pada industri yang Anda jalankan. Pasalnya semua produk yang ditawarkan memiliki kualitas unggul dan sudah lama menjadi pemasok untuk bahan makanan pada ranah domestik maupun internasional. Industri bahan makanan yang satu ini menawarkan produk berupa pengemulsi, bahan pangan fungsional, Antioksidan, antimikroba, dan pengawet makanan, serta masih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya, silakan simak di bawah ini! 1. Emulsifier Fungsional GSI adalah industri bahan makanan yang terbaik di Malaysia. Salah satu produk unggulannya adalah emulsifier fungsional. Fungsi dari emulsifier adalah mencampur bahan adonan dengan maksimal, membuat adonan jadi lebih lembut dan halus, menjaga produk tetap stabil, mengontrol kristalisasi, dan masih banyak lagi. Keuntungan menggunakan emulsifier GSI adalah bisa meningkatkan kualitas produk, rasa, serta mengurangi biaya overrun. Biasanya, emulsifier digunakan untuk roti, dessert, selai kacang, saus salad, dan sebagainya. 2. Bahan Makanan Fungsional Industri bahan makanan yang satu ini juga menyediakan bahan makanan khusus. Fungsi dari bahan ini adalah memperlambat kristalisasi pada minyak goreng, bahan penyerap pada penyulingan minyak nabati, sebagai biodiesel serta oleo-kimia untuk mengurangi nilai asam dan warna lebih lanjut, serta mengurangi busa. Bahan makanan fungsional juga biasa digunakan pada industri minuman yang berbasis sayuran, penyerap pada biodiesel, anggur bir, buah-buahan, dan sebagainya. 3. Antioksidan, Antimikroba, dan Pengawet Selanjutnya, ada bahan-bahan berupa antioksidan, antimikroba, dan pengawet yang fungsinya untuk mencegah pembusukan makanan karena jamur, bakteri, serta ragi dan jamur. Dengan bahan ini, maka suatu produk makanan akan terhindar dari perubahan rasa, warna dan tekstur. Sehingga, umur simpannya bisa lebih panjang. Pengaplikasian bahan ini biasanya pada minuman, saus buah dan jeli, minyak dan lemak, daging, sereal, margarin, buah-buahan, makanan ringan, serta sayuran. 4. Cokelat GSI juga menyediakan bahan cokelat yang berkualitas premium. Sehingga, cokelat GSI bisa digunakan untuk lapisan pada es krim, bisa digunakan pada berbagai jenis kue, chips, susu, isian kue, serta sebagai bahan tambahan pada industri bahan makanan. Cokelat GSI memiliki ciri teksturnya halus dan mudah meleleh di mulut, tahan lama, serta dibuat dari kokoa berkualitas tinggi. 5. Stabilisator, Pengental, dan Texturizer Produk yang selanjutnya adalah stabilisator, pengental, dan texturizer. Sistem hidrokoloid pada produk ini mampu membentuk gel, mengentalkan, dan juga sebagai booster flavor atau meningkatkan cita rasa. Biasanya, stabilisator, pengental, dan texturizer ini digunakan pada dessert beku, kue, produk susu, puding, saus, selai, jeli, permen karet, minuman, dan juga campuran gelatin. 6. Pewarna Produk pada industri bahan makanan GSI yang selanjutnya adalah pewarna. Dibuat dari bahan pewarna alami dan sintetis, baik berupa ekstrak kunyit, anatto, kulit anggur, kuning telur, karamel, jusa sayuran, buah, dan sebagainya. Pewarna makanan ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada susu, roti, saus, saus salad, es krim, minuman, margarin, dan bbq. 7. Vitamin Vitamin juga menjadi salah satu produk unggulan di GSI. Produk ini bisa ditambahkan pada makanan bayi, minyak dan lemak, serta dikonsumsi langsung oleh manusia. Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan vitamin GSI meliputi vitamin A, C, D, E, beta karoten, campuran mineral, suplemen vitamin, dan sebagainya. Itu lah beberapa produk industri bahan makanan Global Solusi Ingredia yang bisa Anda dapatkan. Untuk daftar lengkap produknya, silakan kunjungi langsung website resmi GSI di internet. Semua bahan tersebut bisa digunakan untuk produk makanan yang Anda buat.
Functional food tentu menjadi salah satu jenis makanan yang familiar bagi pelaku industri food and beverages. Keberadaan pangan fungsional ini menjadi sangat penting karena mengandung komponen bioaktif yang bisa memberikan dampak positif untuk metabolisme. Makanan yang digolongkan sebagai jenis functional food tentu memiliki syarat tertentu. Sehingga, zat gizi di dalamnya memang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan tubuh sesuai yang dikehendaki. Definisi Functional Food Berbagai jenis functional food adalah bahan makanan alami seperti buah dan sayur maupun pangan olahan yang memiliki kandungan berupa komponen bioaktif yang baik untuk metabolisme. European Commission Concreted Action on Functional Food Science in Europe atau FUFOSE juga mendefinisikan functional food apabila suatu bahan pangan mengandung satu atau lebih manfaat pada target fungsi tubuh sehingga bisa meningkatkan status kesehatan serta kebugaran. Selain itu, bisa menurunkan risiko suatu penyakit. Sedangkan menurut Badan POM RI, functional food dikatakan sebagai bahan pangan yang alami maupun sudah diproses dan mengandung beberapa senyawa yang memiliki fungsi fisiologis dan bermanfaat untuk kesehatan. Fungsi fisiologis dari jenis functional food diantaranya: 1. Mencegah penyakit 2. Memperlambat penuaan pada tubuh 3. Regulasi kondisi ritme fisik dari tubuh 4. Dapat menyehatkan tubuh kembali atau recovery 5. Dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia Persyaratan Functional Food Suatu bahan pangan untuk bisa digolongkan pada jenis functional food apabila memiliki tiga sifat yang penting meliputi : 1. Asupan zat gizi esensial bagi keberlangsungan hidup. 2. Memiliki pemuasan sensori atau teksturnya baik serta rasanya enak. 3. Secara fisiologis dapat dijadikan regulasi bioritme, sistem imun, sistem syaraf, serta pertahanan tubuh. Jadi, banyak negara maju yang memilih bahan pangan tidak hanya berdasarkan kandungan gizi serta rasanya saja. Namun, juga memiliki pengaruh pada kesehatan manusia. Bahkan, makanan harus mampu menghilangkan dan menyembuhkan efek negatif dari suatu penyakit. Dengan anggapan ini, maka jenis functional food menjadikan sebuah paradigma baru untuk ilmu serta teknologi pangan. Pun, dilakukan modifikasi produk pangan agar memiliki sifat fungsional. Kini, Indonesia juga mulai memproduksi atau mengimpor berbagai macam bahan pangan fungsional. Senyawa yang Memiliki Fungsi Fisiologis pada Functional Food Terdapat beberapa senyawa yang memiliki fungsi fisiologis pada pangan fungsional. Diantara senyawa tersebut adalah : · Serat pangan atau dietary fiber · Gula alkohol atau polyol · Asam lemak tak jenuh atau polyunsaturated fatty acids · Glokosida dan isoprenoid · Oligosakarida · Peptida serta protein tertentu · Polifenol dan isoflavon · Bakteri asam laktat · Koiln dan lesitin · Vitamin dan mineral · Phytosteron Meski adanya kandungan senyawa tersebut, tetapi, jenis functional food tidak berbentuk tablet, kapsul, dan bubuk. Functional food juga berbeda dengan suplemen atau obat. Obat memiliki fungsi yang bersifat kuratif pada suatu penyakit, sedangkan bahan pangan fungsional sifatnya hanya membantu mencegah penyakit saja. Adapun beberapa contoh functional food meliputi: mie instan yang mengandung vitamin dan mineral, breakfast cereals, pagan tanpa lemak, minuman dengan kandungan suplemen dietary fiber, cola rendah kalori, minuman isotonic, pasta dengan dietary fiber, permen dengan zat besi dan vitamin, minuman untuk pencernaan, teh dengan kalsium, sport drink, sosis dengan serat dan oligosakarida, dan sebagainya. Dapatkan Jenis Functional Food di GSI Sebagai salah satu produsen functional food terkemuka di Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara lain, Global Solusi Ingredia dapat menjamin mutu dan kualitas produknya. Beberapa jenis functional food yang diproduksi meliputi functional emulsifier, functional food ingredients, antioxidant, chocolate, flavor, dan sebagainya. Segera hubungi GSI untuk mendapatkan bahan makanan berkualitas tinggi, mengandung gizi, sekaligus bermanfaat bagi tubuh.
Dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk urusan dapur, penggunaan minyak dan lemak tidak bisa dipungkiri. Meskipun kegunaannya keduanya hampir serupa. Namun, tahukah Anda apa saja perbedaan minyak dan lemak? Minyak dan lemak sama-sama dijadikan sebagai salah satu komposisi produk pangan, media pemanasan untuk produk makanan yang dipanggang dan digoreng, serta dapat menambah cita rasa yang gurih. Perbedaan minyak dan lemak yang paling utama adalah bentuk dan fasenya pada suhu kamar. Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lainnya. Mari kita bahas selengkapnya di bawah ini! Bentuk Minyak Cair Sedangkan Lemak Padat Minyak maupun lemak memiliki kandungan berupa trigliserida. Yakni molekul yang terdiri dari satu gliserol yang terikat dengan ester serta 3 asam lemak. Meski kandungan utamanya sama, tetapi bentuknya di suhu kamar berbeda satu sama lain. Minyak merupakan bahan yang berbentuk cair dikarenakan titik lelehnya lebih rendah daripada suhu kamar. Sedangkan pada lemak, titik lelehnya lebih tinggi sehingga bentuknya padat. Perbedaan titik leleh ini dikarenakan struktur trigliserida pada keduanya. Pada minyak, asam lemaknya memiliki rantai yang lebih pendek dan sifatnya tidak jenuh. Minyak Mengandung Asam Lemak Tak Jenuh dan Minyak Mengandung Asam Lemak Jenuh Di dalam minyak, terdapat kandungan asal lemak tak jenuh atau ALTJ dengan satu atau lebih ikatan rangkap. Sedangkan pada lemak, ada asam lemak jenuh atau ALJ yang tidak mempunyai ikatan rangkap. Menurut WHO, asam lemak jenuh bisa meningkatkan level total kolesterol serta LDL atau low density lipoprotein. Asam lemak jenuh dianggap bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa contoh senyawa yang mengandung asam lemak tak jenuh seperti asam linoleate adan asam oleat. Sedangkan asam lemak jenuh terdapat pada asam stearat serta asam palminat. Sumbernya Berbeda Perbedaan minyak dan lemak yang selanjutnya ada pada sumber keduanya. Minyak berasal dari berbagai bahan alam seperti kelapa, jagung, kedelai, bunga matahari, kacang tanah, zaitun dan sebagainya. Sedangkan lemak terdapat pada beberapa jenis bahan makanan seperti mentega, keju, susu, serta bahan mentah seperti ikan dan daging segar. Tubuh manusia juga mengandung lemak yang digabungkan dengan senyawa yang lain seperti glikolipid, fosfolipid, serta lipoprotein. Lemak yang ada pada tubuh manusia terdapat pada jaringan bagian bawah kulit, sekitar perut, jaringan otak, jaringan ginjal, dan sebagainya. Bisa disimpulkan bahwa sumber dari minyak adalah tumbuh-tumbuhan sedangkan lemak ada pada hewan dan manusia. Kegunaannya yang Berbeda Fungsi lemak dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber energi cadangan. Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai pelarut untuk vitamin A, D, E, dan K serta zat-zat tertentu. Lemak juga kerap digunakan dalam proses pembuatan margarin dan sabun pada industri dengan skala yang besar. Sedangkan minyak cenderung digunakan sebagai bahan untuk menggoreng atau mengolah bahan makanan. Minyak dan Lemak Berkualitas di GSI Jika Anda membutuhkan minyak dan lemak dengan kualitas terbaik, maka pilihannya ada di Global Solusi Ingredia. Di GSi, proses pengolahannya menggunakan teknologi tinggi. Sehingga, setiap produk minyak dan lemaknya memenuhi persyaratan fungsional, sesuai dengan parameter kualitas yang ketat, serta menjadi bahan makanan fungsional dengan kandungan gizi yang tinggi. Minyak dan lemak di GSI bisa Anda aplikasikan pada produk seperti cokelat, roti, panganan, gorengan, dan sebagainya. Adapun bahan yang tersedia meliputi CBS, CBE, CBR, PMF, shortening, minyak sayur, dan sebagainya. GSI memiliki produk yang terpercaya di Malaysia hingga di dunia internasional. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkannya.