Functional food tentu menjadi salah satu jenis makanan yang familiar bagi pelaku industri food and beverages. Keberadaan pangan fungsional ini menjadi sangat penting karena mengandung komponen bioaktif yang bisa memberikan dampak positif untuk metabolisme. Makanan yang digolongkan sebagai jenis functional food tentu memiliki syarat tertentu. Sehingga, zat gizi di dalamnya memang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan tubuh sesuai yang dikehendaki. Definisi Functional Food Berbagai jenis functional food adalah bahan makanan alami seperti buah dan sayur maupun pangan olahan yang memiliki kandungan berupa komponen bioaktif yang baik untuk metabolisme. European Commission Concreted Action on Functional Food Science in Europe atau FUFOSE juga mendefinisikan functional food apabila suatu bahan pangan mengandung satu atau lebih manfaat pada target fungsi tubuh sehingga bisa meningkatkan status kesehatan serta kebugaran. Selain itu, bisa menurunkan risiko suatu penyakit. Sedangkan menurut Badan POM RI, functional food dikatakan sebagai bahan pangan yang alami maupun sudah diproses dan mengandung beberapa senyawa yang memiliki fungsi fisiologis dan bermanfaat untuk kesehatan. Fungsi fisiologis dari jenis functional food diantaranya: 1. Mencegah penyakit 2. Memperlambat penuaan pada tubuh 3. Regulasi kondisi ritme fisik dari tubuh 4. Dapat menyehatkan tubuh kembali atau recovery 5. Dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia Persyaratan Functional Food Suatu bahan pangan untuk bisa digolongkan pada jenis functional food apabila memiliki tiga sifat yang penting meliputi : 1. Asupan zat gizi esensial bagi keberlangsungan hidup. 2. Memiliki pemuasan sensori atau teksturnya baik serta rasanya enak. 3. Secara fisiologis dapat dijadikan regulasi bioritme, sistem imun, sistem syaraf, serta pertahanan tubuh. Jadi, banyak negara maju yang memilih bahan pangan tidak hanya berdasarkan kandungan gizi serta rasanya saja. Namun, juga memiliki pengaruh pada kesehatan manusia. Bahkan, makanan harus mampu menghilangkan dan menyembuhkan efek negatif dari suatu penyakit. Dengan anggapan ini, maka jenis functional food menjadikan sebuah paradigma baru untuk ilmu serta teknologi pangan. Pun, dilakukan modifikasi produk pangan agar memiliki sifat fungsional. Kini, Indonesia juga mulai memproduksi atau mengimpor berbagai macam bahan pangan fungsional. Senyawa yang Memiliki Fungsi Fisiologis pada Functional Food Terdapat beberapa senyawa yang memiliki fungsi fisiologis pada pangan fungsional. Diantara senyawa tersebut adalah : · Serat pangan atau dietary fiber · Gula alkohol atau polyol · Asam lemak tak jenuh atau polyunsaturated fatty acids · Glokosida dan isoprenoid · Oligosakarida · Peptida serta protein tertentu · Polifenol dan isoflavon · Bakteri asam laktat · Koiln dan lesitin · Vitamin dan mineral · Phytosteron Meski adanya kandungan senyawa tersebut, tetapi, jenis functional food tidak berbentuk tablet, kapsul, dan bubuk. Functional food juga berbeda dengan suplemen atau obat. Obat memiliki fungsi yang bersifat kuratif pada suatu penyakit, sedangkan bahan pangan fungsional sifatnya hanya membantu mencegah penyakit saja. Adapun beberapa contoh functional food meliputi: mie instan yang mengandung vitamin dan mineral, breakfast cereals, pagan tanpa lemak, minuman dengan kandungan suplemen dietary fiber, cola rendah kalori, minuman isotonic, pasta dengan dietary fiber, permen dengan zat besi dan vitamin, minuman untuk pencernaan, teh dengan kalsium, sport drink, sosis dengan serat dan oligosakarida, dan sebagainya. Dapatkan Jenis Functional Food di GSI Sebagai salah satu produsen functional food terkemuka di Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara lain, Global Solusi Ingredia dapat menjamin mutu dan kualitas produknya. Beberapa jenis functional food yang diproduksi meliputi functional emulsifier, functional food ingredients, antioxidant, chocolate, flavor, dan sebagainya. Segera hubungi GSI untuk mendapatkan bahan makanan berkualitas tinggi, mengandung gizi, sekaligus bermanfaat bagi tubuh.
Dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk urusan dapur, penggunaan minyak dan lemak tidak bisa dipungkiri. Meskipun kegunaannya keduanya hampir serupa. Namun, tahukah Anda apa saja perbedaan minyak dan lemak? Minyak dan lemak sama-sama dijadikan sebagai salah satu komposisi produk pangan, media pemanasan untuk produk makanan yang dipanggang dan digoreng, serta dapat menambah cita rasa yang gurih. Perbedaan minyak dan lemak yang paling utama adalah bentuk dan fasenya pada suhu kamar. Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lainnya. Mari kita bahas selengkapnya di bawah ini! Bentuk Minyak Cair Sedangkan Lemak Padat Minyak maupun lemak memiliki kandungan berupa trigliserida. Yakni molekul yang terdiri dari satu gliserol yang terikat dengan ester serta 3 asam lemak. Meski kandungan utamanya sama, tetapi bentuknya di suhu kamar berbeda satu sama lain. Minyak merupakan bahan yang berbentuk cair dikarenakan titik lelehnya lebih rendah daripada suhu kamar. Sedangkan pada lemak, titik lelehnya lebih tinggi sehingga bentuknya padat. Perbedaan titik leleh ini dikarenakan struktur trigliserida pada keduanya. Pada minyak, asam lemaknya memiliki rantai yang lebih pendek dan sifatnya tidak jenuh. Minyak Mengandung Asam Lemak Tak Jenuh dan Minyak Mengandung Asam Lemak Jenuh Di dalam minyak, terdapat kandungan asal lemak tak jenuh atau ALTJ dengan satu atau lebih ikatan rangkap. Sedangkan pada lemak, ada asam lemak jenuh atau ALJ yang tidak mempunyai ikatan rangkap. Menurut WHO, asam lemak jenuh bisa meningkatkan level total kolesterol serta LDL atau low density lipoprotein. Asam lemak jenuh dianggap bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa contoh senyawa yang mengandung asam lemak tak jenuh seperti asam linoleate adan asam oleat. Sedangkan asam lemak jenuh terdapat pada asam stearat serta asam palminat. Sumbernya Berbeda Perbedaan minyak dan lemak yang selanjutnya ada pada sumber keduanya. Minyak berasal dari berbagai bahan alam seperti kelapa, jagung, kedelai, bunga matahari, kacang tanah, zaitun dan sebagainya. Sedangkan lemak terdapat pada beberapa jenis bahan makanan seperti mentega, keju, susu, serta bahan mentah seperti ikan dan daging segar. Tubuh manusia juga mengandung lemak yang digabungkan dengan senyawa yang lain seperti glikolipid, fosfolipid, serta lipoprotein. Lemak yang ada pada tubuh manusia terdapat pada jaringan bagian bawah kulit, sekitar perut, jaringan otak, jaringan ginjal, dan sebagainya. Bisa disimpulkan bahwa sumber dari minyak adalah tumbuh-tumbuhan sedangkan lemak ada pada hewan dan manusia. Kegunaannya yang Berbeda Fungsi lemak dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber energi cadangan. Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai pelarut untuk vitamin A, D, E, dan K serta zat-zat tertentu. Lemak juga kerap digunakan dalam proses pembuatan margarin dan sabun pada industri dengan skala yang besar. Sedangkan minyak cenderung digunakan sebagai bahan untuk menggoreng atau mengolah bahan makanan. Minyak dan Lemak Berkualitas di GSI Jika Anda membutuhkan minyak dan lemak dengan kualitas terbaik, maka pilihannya ada di Global Solusi Ingredia. Di GSi, proses pengolahannya menggunakan teknologi tinggi. Sehingga, setiap produk minyak dan lemaknya memenuhi persyaratan fungsional, sesuai dengan parameter kualitas yang ketat, serta menjadi bahan makanan fungsional dengan kandungan gizi yang tinggi. Minyak dan lemak di GSI bisa Anda aplikasikan pada produk seperti cokelat, roti, panganan, gorengan, dan sebagainya. Adapun bahan yang tersedia meliputi CBS, CBE, CBR, PMF, shortening, minyak sayur, dan sebagainya. GSI memiliki produk yang terpercaya di Malaysia hingga di dunia internasional. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkannya.
Fungsi antioksidan pada makanan adalah bisa melindungi sel akibat kerusakan karena radikal bebas. Nah, radikal bebas sendiri merupakan zat yang terbentuk alami ketika tubuh melakukan metabolisme. Ancaman radikal bebas juga berasal dari luar seperti asap rokok, polusi, obat, dan pestisida. Apabila tubuh terpapar radikal bebas secara terus menerus dan berlebihan, maka ada risiko terjadi penuaan dini. Selain itu, tubuh rentan terkena penyakit seperti kanker, jantung, serta demensia. Maka dari itu, tubuh membutuhkan antioksidan untuk bisa melawan radikal bebas ini. Terdapat beberapa jenis zat yang tergolong sebagai antioksidan seperti polifenol, flavonoid, likopen, lutein, beta karoten, zinc, glutathione, selenium, antosianin, Vitamin A, C, dan E. Dalam beberapa penelitian, fungsi antioksidan pada makanan juga bisa diperoleh dari vitamin D meskipun harus dibuktikan lebih lanjut. Sumber Antioksidan Alami Antioksidan alami dapat diperoleh dari berbagai jenis sayur, buah, kacang, dan tumbuhan herbal. Selain itu, antioksidan juga ada pada rumput laut serta makanan laut lainnya (selain ikan). Pada daging tanpa lemak, terkandung juga antioksidan meski jumlahnya cukup sedikit. Nah, fungsi antioksidan pada makanan bisa Anda dapatkan dari : 1. Stroberi : mengandung antosianin tinggi. Dimana antosianin bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, antosianin juga dapat menurunkan kolesterol jahat pada darah dan bisa meningkatkan kadar kolesterol yang baik. 2. Mangga : mengandung beta karoten, polifenol, vitamin C, dan serat. Fungsi zat tersebut untuk membantu tubuh dalam menyerap zat besi, meningkatkan kekebalan tubuh, serta membantu proses pencernaan. 3. Teh dan kopi : mengandung polifenol dan flavonoid yang dapat membantu melawan kanker serta mencegah penyumnatan pembuluh darah arteri. 4. Biji-bijian : mengandung selenium dan zinc yang berperan pada proses metabolisme tubuh serta bisa mencegah dampak yang buruk karena radikal bebas. 5. Cokelat hitam : mengandung antioksidan dan mineral tinggi. Fungsinya untuk mengurangi risiko penyakit jantung serta peradangan. 6. Bayam : mengandung zeaxanthin dan lutein yang baik untuk menjaga mata dari pengaruh radikal bebas. Sumber Antioksidan Buatan Fungsi antioksidan pada makanan juga terkandung pada suplemen. Beberapa diantaranya ada pada jus purwaceng, tahitian noni, serta glutathione. Suplemen tersebut bisa mencegah kerusakan karena radikal bebas serta menangkal berbagai macam penyakit. Akan tetapi, pada konsumsi suplemen antioksidan harus berhati-hati. Sebab, mengonsumsi terlalu banyak suplemen juga tidak baik untuk kesehatan. Seperti beta karoten berlebihan yang bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru, vitamin E dosis tinggi akan meningkatkan risiko stroke dan kanker prostat. Selain itu, suplemen antioksidan dalam bentuk vitamin A, D, E, dan K yang berlebihan akan menyebabkan keracunan. Fungsi Antioksidan pada Makanan Jika diaplikasikan pada makanan, antioksidan juga memiliki berbagai macam fungsi, seperti mencegah pembusukan makanan karena jamur, bakteri, dan ragi. Selain itu, antioksidan juga bisa mencegah perubahan warna, tekstur, dan rasa. Fungsi antioksidan pada makanan juga terkait dengan memperpanjang umur simpan makanan dan minyak goreng, pun, dapat mempertahankan kesegaran makanan. Antioksidan, antimikroba, dan pengawet pada makanan bisa diaplikasikan pada jeli, saus buah, makanan panggang, daging murni, margarin, makanan ringan, kue, sereal, minyak, buah dan sayur. Nah, jika Anda membutuhkan beberapa jenis antioksidan, antimikroba, dan pengawet untuk makanan, percayakan pada Global Solusi Ingredia. Kami menyediakan formulasi antioksidan dan berbagai zat yang mampu mengawetkan makanan. Selain itu, tersedia juga bahan berupa BHA, BHT, TBHQ, EDTA, tocopherols, asam askorbat, asam sitrat, ekstrak rosemary, ekstrak teh hijau, propil galgate, natrium nitrit, dan masih banyak lagi.
Dalam konsumsi harian, vitamin adalah zat yang sangat diperlukan oleh tubuh. Sebab fungsi vitamin dalam makanan sangat krusial untuk kesehatan. Pada dasarnya, vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh tidak terlalu besar. Namun, tetap harus terpenuhi setiap harinya. Kali ini, akan diulik fungsi vitamin dalam makanan pada setiap jenisnya. Sehingga, Anda mengetahui dengan pasti, jenis vitamin apa yang paling dibutuhkan oleh tubuh saat ini. Langsung saja, berikut pembahasannya! Fungsi Vitamin A Vitamin A mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kesehatan mata. Konsumsi vitamin A akan membantu mata dalam membedakan warna benda dan melihat pada cahaya yang redup. Vitamin A juga memiliki peran untuk menjaga kesehatan kulit serta meningkatkan sistem imun dalam melawan infeksi. Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan keratomalasia atau kekeringan pada kornea mata. Vitamin B Fungsi vitamin pada makanan tentu berbeda satu sama lain berdasarkan jenisnya. Selanjutnya, ada vitamin B yang memiliki berbagai macam jenis. Mulai dari B1 yang dapat membantu tubuh untuk mengubah makanan jadi energi dan menjaga kesehatan kulit, B2 yang membuat tubuh bisa menghasilkan energi dari makanan, B3 untuk membantu sel dalam mengubah makanan jadi energi, B5 untuk membantu sel dalam produksi hormon dan lemak. Selanjutnya, ada B6 berfungsi membantu produksi asam lemak dan asam amino, B9 untuk proses pembelahan sel untuk ibu hamil, dan B12 untuk pembentukan sel darah merah pada tubuh. Jika Anda kekurangan vitamin B, maka proses metabolisme dapat terganggu. Vitamin C Vitamin C disebut juga dengan ascorbic acid. Fungsinya bagi tubuh adalah untuk memproduksi kolagen. Dimana kolagen ini adalah serat protein yang fungsinya untuk menjaga kekenyalan kuli, menguatkan pembuluh darah, dan menyembuhkan luka. Vitamin C yang kurang pada tubuh bisa mengakibatkan gusi berdarah, anemia, penurunan massa otot, dan membuat luka berisiko terkena infeksi. Vitamin D Fungsi vitamin pada makanan yang selanjutnya adalah membantu menyerap kalsium untuk pertumbuhan tulang, terlebih bagi anak-anak. Pun, dapat membantu sistem imun untuk melawan infeksi. Asupan vitamin D yang kurang bisa mengakibatkan osteomalacia atau pelunakan tulang dan rakitis. Vitamin E Jenis vitamin yang satu ini tergolong sebagai antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Fungsi vitamin pada makanan adalah menguatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi sel dari kerusakan, membentuk sel darah merah, mengurangi penyakit katarak serta radang sendi, dan memperlambat penuaan. Vitamin K Terakhir, ada vitamin K yang sangat penting pada proses pembekuan darah serta menjaga kekuatan dari tulang. Asupan vitamin K yang kurang bisa mengakibatkan pendarahan serta patah tulang. Nah, itu lah fungsi vitamin pada makanan yang perlu Anda ketahui berdasarkan jenisnya. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh, maka Anda bisa mengonsumsi bahan makanan yang mengandung vitamin. Seperti wortel dan bayam untuk vitamin A, biji-bijian untuk vitamin B, dan sebagainya. Selain melalui berbagai bahan makanan, vitamin juga bisa dipenuhi dengan bahan tambahan pada makanan. Mengingat begitu pentingnya fungsi vitamin pada makanan, sebaiknya disertai beberapa suplemen agar kebutuhan vitamin harian bisa terpenuhi. Di Global Solusi Ingredia, tersedia berbagai jenis vitamin yang bisa ditambahkan pada bahan makanan, dikonsumsi langsung, atau diberikan pada bayi dan anak-anak. GSI menyediakan vitamin A, C, D, E, tocopherol, tocotriends, tocotrienol, dan beta karoten. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan campuran antara vitamin dan mineral dan suplemen vitamin. Dengan proses pengolahan bahan-bahan tambahan pada makanan yang menggunakan teknologi tinggi, kualitas GSI tentu sangat baik dan dapat dipercaya.
Minyak nabati adalah minyak yang di-ekstrak dari beragam jenis tumbuhan. Penggunaannya sendiri untuk bahan penggorengan, makanan, bahan bakar, pelumas, pengobatan, serta bahan pewangi. Saat ini, tersedia berbagai jenis minyak nabati yang bisa Anda gunakan, seperti minyak jagung, minyak kelapa sawit, minyak lobak, minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan masih banyak lagi. Minyak nabati juga memiliki berbagai macam manfaat seperti menjaga perut tetap kenyang, melindungi jantung, serta bisa menjaga tingkat energi dalam tubuh. Dalam kegiatan konsumsi, menambahkan sesendok makan minyak nabati pada tumis, sup, serta saus salad sangat dianjurkan ahli gizi. Nah, agar Anda lebih paham, sebaiknya simak terlebih dahulu jenis minyak nabati yang menyehatkan berikut ini : Flaxseed Oil Flaxseed oil merupakan nama lain dari minyak biji rami. Jenis minyak yang satu ini mengandung asam alfa-linoleat atau ALA yang tinggi. Selain itu, terdapat juga kandungan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan. Dimana lemak omega-3 ini dapat menurunkan risiko serangan jantung yang fatal. Namun, flaxseed oil memiliki sifat yang mudah terbakar sehingga disarankan untuk dikonsumsi pada suhu kamar. Bisa dijadikan sebagai dressing salad, ditaruh di atas makanan, dan dicampur dalam smoothies. Extra Virgin Olive Oil Jenis minyak nabati yang selanjutnya adalah extra virgin olive oil. Di dalam minyak zaitun terdapat monounsaturated fats yang berfungi mengurangi kolesterol LDL pada tubuh. Selain itu, minyak zaitun juga bisa memperbaiki penyakit jantung. Extra virgin oil sebaiknya digunakan pada suhu yang sedang karena sifatnya mudah terbakar. Salah satu contoh penggunaannya adalah menjadi pengganti dari saus sphagetti. Avocado Oil Avocado oil atau minyak alpukat memiliki fungsi untuk menyerap antioksidan dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena karotenoid larut pada lemak mampu membantu penyerapan lycopene serta beta-caroten. Canola Oil Canola oil memiliki banyak manfaat. Salah satunya bisa membantu mengurangi lemak pada perut. Selain itu, kandungan omega-3 pada canola oil bisa mengurangi peradangan serta menurunkan trigliserida. Lebih ampuh lagi, asam lemak omega-3 dapat mencegah penyakit kanker. Penggunaan minyak canola bisa dijadikan sebagai tambahan pada makanan panggang, makanan bakar, dan tumisan. Palm Oil Selanjutnya, ada palm oil atau minyak kelapa sawit. Terdapat berbagai macam kandungan di dalam palm oil seperti beta karoten, vitamin E, antioksidan, dan sebagainya. Manfaat minyak kelapa sawit tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan saja, melainkan juga untuk pembuatan sabun, kosmetik, lilin, pasta gigi, tinta, dan pelumas. Minyak Nabati yang Tersedia di GSI GSI atau Global Solusi Ingredia merupakan salah satu produsen bahan makanan yang terkenal di Indonesia dan juga di dunia internasional. Tersedia minyak dan lemak khusus yang digunakan untuk produk makanan. Dimana minyak dan lemak yang diproduksi menggunakan teknologi khusus dengan parameter kualitas yang ketat serta persyaratan functional food. Proses pembuatannya dengan penggilingan, penghancuran, pemurnian, IE, EIE, dan sebagainya. Sehingga, minyak nabati GSI dapat meningkatkan kelayakan produk, rasa, dan tekstur. Komposisi dari minyak dan lemak GSI meliputi CBS yang terbuat dari fraksi palm kernel oil atau minyak inti sawit, CBE yang merupakan campuran antara fraksi minyak sawit dengan minyak eksotis, CBR atau cocoa butter replacer, PMF, dan bahan-bahan lainnya. Nah, jika Anda membutuhkan minyak dan lemak khusus dalam proses produksi makanan atau bahan lainnya, silakan hubungi GSI untuk mendapatkannya. Sehingga, produk Anda akan lebih berkualitas dan memiliki nilai yang tinggi. Semoga bermanfaat.
Pemanis buatan adalah salah satu alternatif pengganti gula. Meskipun kalorinya dianggap lebih kecil, akan tetapi bisa berpotensi bisa menimbulkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan. Ada banyak contoh pemanis buatan yang dihasilkan dengan proses kimiawi. Untuk rasanya sendiri lebih manis ketimbang pemanis biasa (gula). Sebagai alternatif pengganti gula, Anda tidak hanya bisa memanfaatkan pemanis buatan, tetapi juga bisa menggunakan pemanis alami. Contoh dari pemanis alami meliputi kurma, gula kelapa, madu, sirup maple, daun stevia, molase, dan sebagainya. Definisi Pemanis Buatan Pemanis buatan adalah bahan sintetis yang dibuat agar bisa memberi rasa manis pada makanan atau minuman. Meskipun memiliki dampak yang tidak baik jika dikonsumsi terus menerus, tetapi pada beberapa jenis makanan, penggunaan pemanis buatan tidak bisa dihindari. Pemanis buatan juga termasuk pada golongan zat aditif untuk menambah tekstur, cita rasa serta memperpanjang daya simpan makanan dan minuman. Pemanis buatan merupakan bahan yang aman dikonsumsi dengan catatan tidak lebih dari batas asupan dalam sehari yang sudah ditetapkan. Akan tetapi, ada dugaan pemanis buatan bisa membawa dampak yang buruk bagi sebagian orang. Seperti aspartam yang dapat memicu reaksi alergi, atau sakarin yang dikonsumsi dalam jangka waktu lama yang bisa memicu kanker. Meski begitu, efek samping ini belum dibuktikan dan perlu adanya penelitian yang lebih lanjut. Contoh pemanis buatan juga sangat minim atau bahkan nol kalori. Rasa yang sangat manis membuat penambahan bahan ini hanya sedikit saja pada makanan. Nah, dalam peraturan BPOM RI nomor 11 tahun 2019, ada beberapa jenis pemanis buatan yang diperbolehkan penggunaannya di Indonesia. Untuk itu, jika Anda merupakan pengusaha food and beverages harus paham jenis pemanis buatan tersebut. Selanjutnya, akan dibahas pada ulasan di bawah ini! Contoh Pemanis Buatan yang Diijinkan BPOM Adapun jenis pemanis buatan yang bisa Anda gunakan pada makanan atau minuman meliputi : 1. Sakarin Cita rasa manis pada sakarin bisa mencapai 300 hingga 400 kali lebih besar ketimbang gula. Sehingga, penggunaan sakarin tidak boleh lebih dari 30 miligram pada setiap kali penyajian makanan. Pada minuman, penggunaan yang diperbolehkan hanya 4 mg/10 ml cairan. 2. Aspartam Aspartam kerap dipakai pada sereal sarapan, permen karet, minuman berkarbonasi, serta agar-agar. Rasa manis dari aspartam mencapai 220 kali lipat dari gula. Aspartam mengandung beberapa zat seperti asam aspartat, asam amino, etanol, dan fenilalanin. 3. Acesulfame Potassium Acesulfame Potassium memiliki sifat yang stabil pada suhu yang tinggi serta mudah larut. Dengan begitu, contoh pemanis buatan yang satu ini bisa digunakan untuk produk makanan. Namun, penggunaan yang diperbolehkan hanya 15 mg/kg berat badan. 4. Sukralosa Sukralosa merupakan turunan dari sukrosa dengan rasa manis hingga 600 kali lebih kuat dari gula. Penggunaannya lebih sering untuk makanan yang digoreng atau dipanggang. Konsumsi yang diperbolehkan hanya 5 mg/kg berat badan. 5. Neotam Contoh pemanis buatan yang selanjutnya adalah neotam. Bahan ini digunakan di jenis makanan yang rendah kalori. Sedangkan secara kimia, kandungan neotam setara dengan aspartam tetapi, rasa manisnya lebih kuat 40 kali lipat ketimbang aspartam. Batasan penggunaan Neotam adalah 18 mg/kg berat badan untuk konsumsi harian. Dapat Pemanis Alami dan Buatan di GSI Global Solusi Ingredia merupakan salah satu produsen bahan makanan yang terkemuka di Malaysia dan Indonesia. GSI juga menyediakan berbagai macam contoh pemanis buatan dan alami. Tentunya yang diijinkan oleh BPOM RI. Beberapa bahan yang tersedia meliputi fruktosa, glukosa, mannitol, sirup jagung, sakarin, sukralosa, aspartam, dan sebagainya. Yuk, hubungi GSI untuk mendapatkan bahan makanan yang aman dan terjamin!