BLOGS

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:55

Margarin merupakan bentuk dari mentega buatan. Margarin juga tergolong sebagai produk turunan dari minyak kelapa sawit serta mempunyai kandungan lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan. Bagi Anda yang berencana untuk memproduksi margarin, ada baiknya untuk menyimak artikel ini hingga tandas. Langsung saja, berikut merupakan langkah-langkah dalam proses pembuatan margarin! Pemilihan Bahan Margarin umumnya dapat dibuat dengan bahan dasar minyak nabati atau juga dapat dibuat dengan minyak hewani. Bahkan margarin juga dapat mengandung susu saringan, garam dan juga pengemulsi. Salah satu lemak hewani yang digunakan yaitu berasal dari lemak beef yang biasa disebut dengan  oleo-mergarine. Proses Pemisahan Lemak (Tahap Netralisasi) Proses pembuatan margarin yang selanjutnya yaitu ada pada tahap untuk memisahkan asam lemak atau biasa disebut dengan tahap netralisasi. Pada tahap ini dilakukan pemisahan dari minyak atau lemak yang ada pada asam lemak bebas. Hal ini dilakukan dengan cara mereaksikan asam lemak bebas tersebut dengan basa ataupun dengan menggunakan pereaksi-pereaksi yang lainnya. Sehingga pada tahap ini, lemak berubah bentuk menjadi laiknya sabun atau  soap stock . Pada berbagai industri tahap ini dilakukan dengan menggunakan kaustik soda (NaOH). Berbagai industri menggunakan bahan ini dikarenakan lebih efisien serta bahan yang lebih terjangkau dari segi harganya. Pemurnian Zat Pewarna (Tahap  Bleaching ) Pemurnian zat pewarna biasa disebut dengan tahap  bleaching  atau juga bisa disebut dengan tahap pemucatan. Tahap ini merupakan proses untuk pemurnian dengan menghilangkan berbagai zat-zat pewarna yang sukar terhadap minyak. Proses pemucatan ini dilakukan dengan mencampurkan minyak dengan adsorben, seperti halnya bleaching earth atau tanah pemucat, serta pada karbon aktif. Berbagai zat-zat pewarna yang ada di dalam minyak akan otomatis diserap menggunakan permukaan adsorben. Pengolahan Lemak (Tahap Hidrogenasi) Proses pengolahan lemak atau tahap hidrogenasi merupakan proses pengolahan dengan jalur menambahkan hidrogen-hidrogen yang ada pada ikatan rangkap. Ikatan rangkap tersebut yang ada pada asam lemak. Sehingga dengan pengolahan tersebut akan dapat mengurangi ketidak-jenuhan pada minyak atau lemak. Selain itu dapat juga membuat lemak menjadi bersifat plastis. Pada proses ini bertujuan untuk bisa menjenuhkan ikatan rangkap yang ada pada rantai karbon asam lemak pada minyak. Tahap hidrogenasi ini dilakukan dengan cara menggunakan hidrogen yang murni serta dengan menambahkan serbuk nikel sebagai alat katalisator. Penambahan Emulsifier (Tahap Emulsifikasi) Pada tahap ini merupakan proses untuk mengemulsikan minyak yang ada dengan cara menambahkan emulsifier fase cair dengan emulsifier fase minyak. Penambahan ini dilakukan pada suhu 80C dengan tekanan pada 1 atm. Pada tahap ini terdapat dua tahapan dalam emulsifikasi. ·         Tahap yang pertama yaitu dengan proses mencampurkan emulsifier pada fase minyak. Hal ini merupakan bahan tambahan yang bisa cepat larut dalam minyak. Dengan tujuan untuk menghindari terpisahnya air yang ada dari emulsi air minyak terutama pada saat penyimpanan. ·         Tahap yang kedua yaitu pada proses pencampuran emulsifier fase cair. Hal ini merupakan bahan tambahan yang tidak mudah larut ke dalam minyak. Penambahan bahan ini dicampurkan dengan air yang akan digunakan untuk membuat emulsi dengan minyak. Tahap ini yaitu tahap untuk memberikan rasa asin pada margarin sebagai antioksidan.  Penambahan rasa asin digunakan untuk mencegah teroksidasinya minyak yang bisa mengakibatkan minyak menjadi bau tengik. Pada proses pembuatan margarin ini sangat dibutuhkan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat baik tentunya. Dengan menggunakan bahan-bahan khusus untuk membuat margarin ini dapat Anda temukan pada PT Global Solusi Ingredia. GSI ini merupakan salah satu produsen yang menyediakan bahan makanan yang terkemuka di Indonesia dan seluruh dunia. Dengan kualitas produk serta kinerja produk yang unggul bisa Anda dapatkan di sini.

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:48

Tips membuat gorengan enak sangatlah dibutuhkan oleh  cooking lovers . Pasalnya, makanan ini menjadi salah satu menu yang wajib ada, khususnya bagi masyarakat di Indonesia. Dengan tekstur yang renyah akan memberikan kenikmatan yang lebih dalam makanan ini. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan gorengan yang renyah. Mulai dari pemilihan tepung, komposisi tepung, serta jenis minyak yang digunakan. Untuk itu, cari tahu lebih lanjut mengenai tips membuat gorengan yang enak pada pembahasan di bawah ini! Tips Gorengan Tetap Renyah Jika Anda termasuk orang yang bermasalah dalam membuat gorengan. Mulai dari gorengan yang lembek, hingga teksturnya kurang renyah. Maka, artikel ini akan sangat membantu. Sebab, di sini akan membahas tips gorengan enak, selengkapnya silakan simak penjelasan berikut! Pemilihan Jenis Tepung yang Tepat Salah satu tips membuat gorengan enak yaitu ada pada ketepatan dalam memilih jenis tepung. Pada umumnya dalam membuat gorengan menggunakan tepung terigu. Namun, terdapat berbagai pilihan untuk bisa digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan gorengan yang enak. Pemilihan jenis tepung dapat disesuaikan terhadap menu apa yang akan dibuat. Seperti halnya pemilihan jenis tepung panir merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam menggoreng chicken katsu. Penggunaan Baking Soda Dalam proses pembuatan gorengan, penambahan baking soda pada adonan merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan hasil gorengan yang renyah. Dengan cara mencampurkan baking soda kedalam adonan tepung yang masih kering. Setelah menambahkan baking soda Anda dapat menambahkannya dengan bumbu-bumbu yang lainnya. Untuk mendapatkan hasil adonan yang baik dapat menggunakan air es ataupun dengan air yang mempunyai suhu normal. selain itu, Dalam proses pengadukan adonan tidak disarankan untuk terlalu lama. Hal tersebut dikarenakan dapat merusak fungsi yang ada pada baking soda. Suhu Adonan Dingin Semakin dingin adonan yang dibuat maka, akan semakin renyah pula gorengan yang dihasilkan. Oleh karena itu, penggunaan air es dalam pembuatan adonan gorengan ini sangat tepat untuk dilakukan. Sebaliknya, apabila Anda menggunakan air panas dalam pembuatan adonan, gorengan yang dihasilkan tidak akan mendapatkan kualitas yang baik. Hasil dari gorengan tersebut akan sangat cepat lembek sehingga cita rasanya pun akan berkurang. Menggunakan Metode  Deep Frying Metode  deep frying  merupakan metode penggorengan dengan menggunakan minyak dalam jumlah yang banyak. Metode ini sangat tepat digunakan dalam proses pembuatan gorengan. Suhu Minyak yang Ideal Salah satu tips untuk mendapatkan hasil gorengan yang renyah yaitu dengan memperhatikan suhu pada minyak. Dengan suhu yang ideal dapat memberikan kualitas yang dihasilkan akan semakin baik. Suhu yang ideal dalam menggoreng gorengan yaitu ada pada suhu 170C. Apabila suhu pada minyak terlalu tinggi maka dalam proses penggorengan makanan tersebut akan cepat gosong. Sebaliknya apabila minyak tersebut masih belum panas, maka gorengan yang dihasilkan akan menyerap minyak lebih banyak. Penyebab Gorengan Lembek Penyebab dari gorengan yang lembek yaitu salah satunya disebabkan karena kandungan air pada adonan terlalu banyak. Selain itu, penggunaan minyak yang terlalu sedikit juga dapat membuat gorengan yang dihasilkan akan cepat untuk lembek. Dalam proses penggorengan diperlukan perendaman yang sempurna dalam minyak panas agar gorengan dapat matang secara rata. Selain itu, pemilihan jenis minyak juga sangat berpengaruh dalam menggoreng gorengan ini. Dengan pemilihan minyak yang tepat akan memberikan kualitas gorengan yang sangat baik. Salah satu minyak yang baik yaitu ada pada produk yang dihasilkan PT Global Solusi Ingredia. GSI menyediakan berbagai macam bahan-bahan makanan dengan kualitas yang sangat baik. Yuk, segera beralih dengan bahan-bahan pangan dari GSI yang sudah lama menjadi supplier bagi industri makanan di dalam dan luar negeri.

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:40

Hampir semua orang pasti kenal dengan makanan ringan yang memakai bahan baku susu ini. Es krim dikenal dengan rasa manis dengan ada sedikit cita rasa gurih dan memiliki tekstur  creamy  nan lembut. Sehingga siapa saja bakalan sulit menolak untuk makan es krim lembut. Dalam sejarah, es krim ternyata sudah dikenal sejak kisaran tahun 700 masehi di era Kaisar Tang dari Dinasti Shang Tiongkok. Pada awalnya sang kaisar meminta untuk mencoba es yang terbuat dari salju dan susu sapi sebagai alternatif makanan penutup. Hingga saat ini es krim telah mengalami berbagai perkembangan mulai dari bentuk, rasa, dan bentuknya. Pada dasarnya, bahan-bahan untuk membuat es krim adalah susu, gula, telur, dan sebagainya. Di beberapa produsen pengolahan es krim dengan skala yang besar, telur sering diganti dengan emulsifier. Ada juga bahan tambahan lain yang membuat cita rasanya semakin mantap tapi bisa menghemat biaya. Nah, untuk membuat es krim dengan tekstur yang lembut, ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan. Sehingga, hasil akhirnya akan serupa dengan es krim yang sering Anda jumpai di toko, kedai, atau supermarket. Lantas, apa saja tipsnya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini! 1.       Sebelum Loyang Digunakan, Bekukan Terlebih Dahulu Ketika Anda membuat es krim sendiri di rumah, adonan sudah membeku di bagian luarnya. Namun, bagian dalam masih lembek. Padahal, penyimpanan dalam freezer telah berlangsung cukup lama. Nah, supaya es krim bisa membeku dengan paripurna, maka diinginkan dulu loyang atau wadah es krim pada freezer kurang lebih 24 jam. Sehingga, adonan es krim akan mudah mengeras sampai bagian dalamnya. 2.       Biarkan Kuning Telur Mengembang dengan Baik Kuning telur sering dijadikan sebagai emulsifier untuk membuat tekstur es krim tetap lembut ketika dibekukan. Namun, pengolahan kuning telur yang kurang mengembang sempurna akan membuat es krim jadi beraroma amis. Untuk itu, pastikan dalam mengocok kuning telur sampai benar-benar mengembang sebelum dicampurkan pada adonan es krim. Kocok lah memakai mixer sampai warnanya pucat dan tekstur jadi kental laiknya krim. 3.       Tutup Wadah Es Krim dengan Aluminium Foil Saat proses pendinginan suhu adonan es krim, kerap kali muncul kristal es yang membuatnya jadi keras dan tidak creamy. Untuk mengatasi hal ini, tutup lah permukaan wadah memakai aluminium foil atau plastik wrap sebelum dibekukan. Selain bisa mencegah timbulnya kristal es, bahan tersebut juga akan menjaga kelembutan dari es krim meskipun disimpan pada freezer dalam waktu yang lama. 4.       Memakai Susu Full Cream Menambahkan susu full cream ternyata juga menjadi salah satu tips membuat es krim lembut. Kandungan lemak susu dalam susu full cream mencapai 10% sehingga membuat tekstur es krim jadi lebih lembut ketika disajikan. Lemak susu juga akan menjadikan es krim jadi lunak meskipun dibekukan selama berhari-hari. 5.       Menggunakan Emulsifier dan Stabilizer Tips membuat es krim lembut yang terakhir adalah memanfaatkan bahan tambahan pangan berupa emulsifier dan stabilizer. Dua bahan ini akan membuat es krim yang Anda buat mempunyai tekstur lembut, tapi permukaannya tetap keras sehingga tidak mudah meleleh. Apabila Anda bingung dimana mendapatkan emulsifier dan stabilizer yang berkualitas dan terjamin halal, maka percayakan saja pada Global Solusi Ingredia. Dua bahan tersebut akan membantu proses produksi es krim menjadi lebih efektif, efisien, dan menghemat biaya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa emulsifier juga dapat berperan sebagaimana kuning telur. Yakni dapat membuat adonan lebih mengembang dan lembut. Padahal, jika dibandingkan, harga keduanya jauh berbeda. Dimana telur jauh lebih mahal ketimbang emulsifier. Untuk itu, tidak perlu berpikir dua kali karena GSI menyediakan berbagai kebutuhan bahan pangan, bahan pangan fungsional, hingga, bahan tambahan pangan. Cek globalsolusiingredia.com untuk informasi lebih lengkap mengenai berbagai produknya.

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:24

Bahan tambahan pangan digolongkan menjadi empat jenis yaitu pewarna, pengawet, pemanis, dan penyedap. Khusus untuk bahan tambahan jenis pewarna maka akan terbagi menjadi dua jenis sesuai dengan asalnya, yaitu pewarna alami dan pewarna buatan. Lantas bagaimanakah cara membedakan pewarna alami dan buatan? Sejak dahulu, sudah dikenal ada beberapa pewarna alami seperti kunyit dan daun suji. Bahan-bahan tersebut akan menghasilkan warna-warna cantik yang semakin menambah selera makan. Sebelum membicarakan cara membedakan pewarna alami dan buatan, maka ada baiknya jika membahas dahulu mengenai pewarna alami dan pewarna buatan. Langsung saja berikut pembahasan selengkapnya. Pewarna Alami Bahan pewarna alami adalah bahan pewarna makanan dan minuman yang berasal dari bahan alami seperti dari tumbuh-tumbuhan. Beberapa bahan alami yang sering digunakan sebagai bahan pewarna adalah sebagai berikut ini: ·         Kunyit dapat memberi warna kuning pada makanan seperti tahu atau nasi kuning. ·         Daun suji dapat memberi warna hijau yang menawan untuk beberapa makanan seperti kue pisang atau dadar gulung. ·         Cabai merah selain memiliki rasa pedas ternyata bisa juga dijadikan pewarna alami warna merah untuk masakan rendang atau nasi goreng. ·         Kakao merupakan buah yang bisa menghasilkan cokelat sehingga sering dipakai untuk pewarna pada es krim ataupun kue kering. ·         Wortel bisa menjadi pewarna kuning ·         Karamel bisa juga menjadi pewarna untuk warna cokelat karamel yang dipakai pada makanan kembang gula. ·         Gula merah selain menjadi pemanis alami ternyata bisa pula dijadikan pewarna makanan seperti bubur dan dodol. Pewarna Buatan ·         Selain memakai pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, ada pula makanan yang memakai pewarna buatan.  Sedangkan pewarna buatan sendiri terbagi menjadi dua yaitu pewarna buatan disintesis yang memiliki struktur kimia mirip dengan bahan alami seperti apokaroten untuk warna orange. Jenis yang kedua adalah pewarna buatan disintesis khusus sebagai pengganti warna alami. Beberapa contoh pewarna buatan yang dipakai untuk makanan adalah sebagai berikut ini: ·         Tartrazin yang dapat menghasilkan warna kuning, pada umumnya dipakai untuk jeli, es krim, dan yoghurt. ·         Indigokarmin sebagai penghasil warna biru, pada umunya dipakai untuk minuman ringan dan gula-gula. ·         Eritrosin untuk warna merah yang sering dipakai untuk es krim serta jeli. Cara Membedakan Pewarna Alami dan Buatan Cara membedakan pewarna alami dan buatan pada makanan secara umum bisa dilihat dari beberapa  hal antara lain sebagai berikut: ·         Warna terlihat lebih mencolok Secara umum baik pewarna buatan ataupun alami jika diaplikasikan dengan ukuran yang tepat pada makanan akan tidak begitu terlihat perbedaannya. Hanya saja jika lebih dalam mencermati biasanya makanan dengan pewarna buatan akan terlihat lebih mencolok jika dibandingkan dengan yang menggunakan pewarna alami. ·         Ada rasa pahit Ada rasa pahit pada makanan dengan pewarna buatan yang berlebihan, sehingga rasa kurang sedap. Namun jika penggunaannya pas maka rasanya akan sama-sama enak. ·         Lebih kenyal Pada kue akan sedikit lebih kenyal teksturnya jika memakai pewarna buatan. Sehingga bisa dikenali perbedaannya dari tekstur kue tersebut. Buat Anda yang mau lebih cepat dan lebih hemat maka ada baiknya jika memilih pewarna buatan yang aman dan berkualitas. Aman dalam artian terbuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya bagi tubuh dan berkualitas dari warna yang dihasilkan.  Salah satunya dengan pewarna buatan dari GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia. GSI selama ini dikenal sebagai sebuah perusahaan pemasok bahan makanan baik makanan fungsional ataupun khusus. GSI berbasis utama di Kuala Lumpur, Malaysia selalu siap memberikan produk pewarna buatan khusus untuk makanan yang berkualitas, resmi, dan aman. Selain itu harga yang ditawarkan juga aman di kantong dan sudah pasti terjamin  tidak mengecewakan bagi siapa saja yang mencobanya. GSI Indonesia solusi untuk bahan tambahan pangan yang berkualitas dan aman.

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:02

Pernahkah Anda mendengar bahwa lemak jenuh bisa menimbulkan berbagai macam penyakit? Hal ini memang benar adanya, tetapi, mengonsumsinya bukan hal dipermasalahkan jika pada batas wajar. Nah, lemak sendiri adalah bahan yang terbentuk dari dua molekul, yakni asam lemak serta gliserol. Kadar dan jenis asam lemak ini yang akhirnya akan menentukan dampaknya untuk tubuh. Untuk lemak jenuh sendiri biasanya berasal dari daging merah, daging unggas, serta produk susu. Sedangkan ditilik dari ilmu Kimia, maka lemak jenuh merupakan molekul lemak tanpa ikatan rantai ganda. Sehingga, bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2 dan kardiovaskular. Penyebabnya adalah peningkatan LDL atau kolesterol jahat di dalam darah. Asam lemak sejatinya dibutuhkan tubuh untuk energi serta membantu penyerapan pada jenis vitamin khusus. Namun, apabila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan berbagai kerugian pada kesehatan. Diantara bahaya lemak jenuh yang perlu Anda waspadai diantaranya: 1.       Kenaikan Berat Badan Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh di dalam makanan seperti pada  pizza, junk food , gorengan, dan sebagainya. Jangan heran jika tiba-tiba berat badan Anda melonjak naik. Pasalnya, mengonsumsi lemak akan menambah kalori tubuh. Adapun setiap gram lemak, terdapat 9 kalori. Jumlah ini jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat dua kali lebih banyak. Wah, jika Anda sedang dalam program diet, sebaiknya batasi konsumsi lemak jenuh terlebih dahulu, ya! 2.       Risiko Stroke Bahaya lemak jenuh yang selanjutnya lebih serius. Anda tidak hanya akan mengalami kenaikan berat badan yang memicu obesitas. Melainkan juga bisa terkena penyakit stroke. Nah, penyakit ini disebabkan karena plak yang terbentuk di pembuluh darah. Plak ini dapat terlepas dan mengalir pada pembuluh darah otak sehingga bisa menyumbat aliran darah. Jika hal ini terjadi, darah tidak bisa sampai ke jaringan otak. Lebih fatal lagi, jaringan otak akan mati atau rusak dan menyebabkan penyakit stroke. 3.       Jantung Koroner Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa lemak jenuh memiliki kandungan LDL. Apabila dikonsumsi terus menerus dalam jumlah banyak, maka LDL tersebut akan menumpuk dan membentuk plak di pembuluh darah jantung. Sehingga, pembuluh darah akan menyempit dan aliran darah menuju jantung bisa terhambat. Akhirnya, penyakit jantung koroner pun tidak dapat dielakkan. 4.       Berbahaya Bagi Penderita Diabetes Pola maka yang tinggi akan lemak jenuh dapat menyebabkan naiknya sensitivitas insulin. Selain itu, bisa juga menyebabkan kadar gula darah yang semakin naik. Tentunya, hal ini akan sangat membahayakan penderita diabetes tipe 2. Dimana penyakitnya bisa semakin parah dari waktu ke waktu. Melihat bahaya lemak jenuh yang sangat tinggi bagi kesehatan, ada baiknya Anda mulai mengurangi konsumsinya. Sangat disarankan untuk menjauhi makanan-makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi. Jika Anda tidak bisa mengolah bahan makanan tanpa minyak, maka Anda dapat beralih pada minyak dengan kandungan lemak tak jenuh. Seperti contohnya minyak sayur yang mampu mengurangi kolesterol total, atau kolesterol LDL dengan trigliserida. Selain itu, minyak sayur mengandung kolesterol HDL atau lemak baik. Jika Anda membutuhkan minyak yang sehat dan diolah dengan teknologi terbaik, maka percayakan pada Global Solusi Ingredia. Perusahaan multinasional yang berpusat di Malaysia ini menyediakan minyak dan lemak terbaik yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Tak hanya itu saja, perusahaan yang kerap disebut GSI ini juga menyediakan beragam bahan pangan yang dapat menunjang kebutuhan pangan Anda. Diantaranya adalah vitamin, minyak esensial, perisa makanan, pemanis, dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai produk GSI, Anda dapat mengunjungi  https://globalsolusiingredia.com/product/   

Minggu, 03 Juli 2022 - 17:09

Sepertinya, masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan bahan olahan susu yang satu ini. Ya, keju seringkali dijadikan bahan campuran atau  topping  pada makanan seperti martabak, pizza, kue kering, pudding, dan masih banyak lagi. Nah, dari sekian banyak kegunaan keju, apakah Anda penasaran bagaimana proses pembuatan keju? Jika iya, tentu Anda harus menyimaknya hingga tandas. Pada dasarnya, proses pembuatan keju dengan memisahkan zat pada susu melalui proses koagulasi atau pengentalan. Dimana pengentalan susu membutuhkan bakteri maupun enzim (rennet). Setelah protein susu mampu digumpalkan, maka keju akan dicetak dan dikonsumsi. Proses pembuatan keju lebih lengkap dapat Anda simak pada pembahasan berikut ini! 1.       Proses Pengasaman Pertama, susu akan dipanaskan supaya bakteri asam laktat yakni  Streptococcus  serta  Lactobacillus  bisa tumbuh dengan baik. Dimana bakteri tersebut akan mengonsumsi laktosa susu serta mengubahnya jadi asam laktat. Ketika keasaman susu menjadi lebih tinggi, maka zat pada susu yang berupa lemak, protein kasein, serta vitamin dan mineral akan menggumpal. Lalu, terbentuklah yang namanya dadih (busa). 2.       Proses Pengentalan Proses pembuatan keju yang kedua adalah pengentalan. Saat ini, bakteri rennet akan ditambahkan pada susu. Lalu, susu akan terbagi jadi air dadih dan dadih. Penambahan jumlah bakteri pada susu harus benar-benar tepat supaya tingkat kepadatan keju juga menjadi semakin baik. Prosesnya dilakukan selama 10 menit sampai 2 jam. Biasanya, air dadih akan dibuang atau digunakan untuk membuat keju  Ricotta  atau  Cypriot hallumi . 3.       Mengolah Dadih Selanjutnya, dadih akan dihancurkan memakai tangan atau mesin agar air dadih bisa keluar lebih banyak. Dadih keju akan dihancurkan jadi butiran kecil. Apabila penghancuran dadih semakin halus, maka air dadih akan semakin banyak yang keluar, keju yang dihasilkan pun akan jadi lebih keras. 4.       Mempersiapkan Pematangan Pada proses selanjutnya, akan dilakukan beberapa tahap seperti: ·         Pencetakan : dadih dikeringkan dahulu, lalu dimasukkan pada cetakan dan ditekan-tekan. Setelah padat, dadih akan diiris. ·         Penekanan : keju akan ditekan hingga tingkat kekerasan yang diinginkan sudah tercapai. Jika ingin keju bertekstur lunak, maka penekanan tidak dilakukan. 5.       Pengasinan Setelah itu, proses pembuatan keju dilanjutkan dengan menambahkan garam supaya rasa keju tidak menjadi tawar. Ada beberapa cara pengasinan yang kerap dilakukan, diantaranya: ·         Menambahkan garam secara langsung pada dadih ·         Menaburkan garam di kuli keju, cara ini akan membuat kulit keju terbentuk serta bagian dalamnya tidak terlalu cepat matang. ·         Direndam di air garam (untuk keju berukuran besar) selama berjam-jam sampai berhari-hari. ·         Mencuci permukaan keju menggunakan larutan garam. Pada proses pembuatan keju, hal yang paling penting dilakukan adalah penambahan enzim. Bagi Anda yang masih berencana untuk memproduksi keju, tentu masih bingung ingin mendapatkan enzim tersebut dimana. Nah, jawaban yang paling tepat adalah di Global Solusi Ingredia atau GSI. Perusahaan produsen bahan pangan ini menyediakan enzim yang terdiri atas enzim  papain ,  lactase, rennet, protease, aminopeptidase, amylase, beta amylase, bacterial amylase,  dan sebagainya. Anda tinggal memilih jenis enzim yang paling tepat digunakan untuk membuat keju. Sebagai informasi, bahwa semua produk GSI telah melewati pengujian BPOM sehingga sudah layak edar. Selain itu, produk GSI juga sudah memeroleh sertifikat halal dari MUI, sehingga aman dikonsumsi umat Muslim. Mulai sekarang, percayakan bahan pangan Anda pada Global Solusi Ingredia. Cek juga  website  GSI di globalsolusiingredia.com untuk memeroleh informasi yang lebih lengkap mengenai produk yang ditawarkannya. Tak hanya enzim saja, GSI juga menyediakan  control pH agent , vitamin,  essential oil , pemanis, pewarna makanan, emulsifier, cokelat, dan masih banyak lagi.

Contact Us

Contact Us