Saat mengonsumsi es krim, mungkin Anda akan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuat tekstur dan body-nya menjadi lembut. Es krim juga tidak mudah meleleh sebagaimana es batu. Nah, di sini lah peran yang namanya stabilizer dan emulsifier . Stabilizer merupakan zat yang mampu menghambat adanya kristal es ketika disimpan dan juga menambah ketahanan es supaya tidak mudah meleleh. Hal tersebut dikarenakan stabilizer mampu membentuk struktur gel pada air. Dapat dikatakan juga stabilizer bisa mengikat air sebagai air hidrat. Lain lagi dengan zat aditif bernama emulsifier . Zat ini merupakan substansi yang membantu pembentukan emulsi dari dua jenis cairan yang tidak tercampur alami. Penambahan pengemulsi di es krim dapat menambah kualitas whipping di dalam campuran, mengontrol pengolahan selanjutnya, memberi tekstur yang lebih lembut, serta memberikan kesan kering ketika dikeluarkan dari dalam freezer . Jenis Stabilizer Pada Es Krim Es krim yang sudah di-stabilkan akan mempunyai body yang berat serta tidak terlampau dingin. Serta akan mencair pada konsistensi yang lebih baik. Pada aplikasi bahan pangan, peran dari stabilizer sebagai agen pengemulsi, pengental, serta pelarut. Nah, pada dasarnya, ada berbagai jenis stabilizer yang kerap digunakan dalam pengolahan bahan pangan. Diantara bahan-bahan tersebut adalah: 1. Sodium Alginat Sodium Alginat adalah stabilizer yang bersumber dari bahan-bahan nabati. Secara lebih spesifik, Alginat diekstrak dari algae yang lebih banyak tumbuh di Jepang dan lautan sekitar California. Untuk meningkatkan kelarutan, maka banyak produk makanan komersial yang ditambahkan Sodium Alginat. Pada es krim, sodium alginate dikombinasikan dengan garam fosfat sehingga fungsinya menjadi semakin optimal. 2. Gelatin Gelatin merupakan jenis stabilizer yang paling sering digunakan. Serta menjadi stabilizer yang dikomersilkan pertama kali. Bahan ini memiliki kemampuan untuk membentuk gel di dalam campuran es krim. Baik pada proses penyimpanan dan pendinginan. Struktur gel yang dibentuk gelatin sangat unik dan memiliki afinitas besar pada air. Sehingga, tidak akan terbentuk kristal es dalam jumlah besar. Tak heran jika es krim mempunyai tingkat kelembutan yang tinggi. 3. Pektin, Agar-Agar, Carrageenan, Guar Gum , CMC, dan Pektin Selain dua zat di atas, ada juga stabilizer lain yang kerap digunakan pada es krim, diantaranya carrageenan yang mempunyai sifat hampir sama dengan gelatin. Selain itu, ada juga agar-agar yang berasal dari ekstrak alga merah. Begitu juga guar gum yang dapat digunakan pada es dan sherbet . Meski agar-agar bisa mengembang serta menyerap air dalam jumlah yang besar, tetapi tidak mudah terdispersi di dalam campuran serta membentuk yang dinamakan crumbly body . Jenis Emulsifier Pada Es Krim Selain stabilizer , pembuatan es krim juga memerlukan emulsifier . Ada dua jenis emulsifier yang dipakai pada industri es krim, diantaranya : 1. Monogliserida dan Diglierida Fungsinya untuk meningkatkan dispersi lemak serta kemampuan mengembang. Zat ini juga mempunyai efek yang cukup besar untuk membentuk kekakuan pada es krim serta laju kelelehan es krim. 2. Polyderivates Zat ini berperan dalam membentuk kekakuan, dryness , serta meningkatkan titik leleh es krim. Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa stabilizer dan emulsifier mempunyai peran yang vital untuk membentuk es krim dengan tekstur yang lembut dan kering. Untuk itu, penambahan bahan tersebut mutlak diperlukan dalam industri es krim. Nah, jika Anda membutuhkan stabilizer dan emulsifier , silakan dapatkan di Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menyediakan berbagai jenis bahan tambahan pangan yang berkualitas internasional. Selain itu, produk GSI juga sudah mengantongi izin edar BPOM serta sertifikat halal MUI. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi dalam penggunaannya. Segera cek website globalsolusiingredia.com untuk informasi mengenai produk selengkapnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam produksi pangan selalu membutuhkan zat aditif. Pasalnya, bahan tambahan pangan dapat membantu proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, Anda juga perlu mewaspadai beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang. Adapun bahan tambahan pangan yang dilarang tersebut adalah yang memiliki sifat membahayakan kesehatan serta lingkungan hidup. Selain itu, zat tersebut memiliki sifat karsinogenik, racun, mutagenik, teratogenic , iritasi, dan korosif. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan no. 472/Menkes/Per/V/1996 mengenai Pengaman Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan. Selain itu, dalam Permenkes no. 33 th 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, disebutkan juga 19 jenis bahan terlarang untuk tambahan pangan. Diantara bahan tersebut tentunya Anda sudah agak familiar, yakni boraks dan formalin. Selain zat tersebut, ada beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang lainnya. Berikut akan dijelaskan 5 diantaranya! 1. Nitrobenzena Nitrobenzena merupakan zat pangan yang dilarang karena penggunaannya untuk pelarut di laboratorium serta pada industri besar untuk memproduksi anilin. Namun, aroma dari nitrobenzene serupa dengan almond. Sehingga, sangat rawan untuk disalahgunakan. Oknum yang tidak bertanggung jawab sering menjadikannya perisa untuk produk olahan madu, susu, serta daging sapi. Padahal, efek dari bahan ini sangat buruk bagi tubuh jika dikonsumsi. Seperti mual dan muntah, anemia, sakit kepala, koma, dan kematian. 2. Dihidrosafrol Awalnya, dihidrosafrol merupakan bahan perisa makanan. Namun, zat tersebut dapat menyebabkan kanker. Sehingga, penggunaannya sebagai zat aditif mulai dilarang. Dihidrosafrol juga bisa menyebabkan efek negatif lainnya untuk tubuh seperti iritasi pernapasan, kulit, pernapasan, dan mata. Kerap kali bahan ini digunakan untuk perisa pada minuman root beer. 3. Rhodamin B Bahan tambahan pangan yang dilarang selanjutnya adalah Rhodamin B. Bahan ini fungsi utamanya adalah sebagai zat warna pada tekstil seperti wool, sutra, atau kapas, juga untuk kayu, sabun, dan kulit. Fungsi lainnya adalah sebagai reagensia untuk menguji kobal, antimon, emas, air raksa, mangan, dan sebagainya. Bisa dipastikan bahwa zat pewarna ini sama sekali tidak diperuntukkan bagi bahan makanan. 4. Dulkamara Dulkamara atau Solanum dulcamara dikenal juga dengan sebutan bitterswee nightshade. Tanaman ini berfungsi mengobati eksim kronis. Meskipun memikili efek antibakteri, sehingga sering kali dipakai untuk pengawet, zat ini mempunyai kandungan solasodin, solanin, serta beta-solamorin. Zat tersebut mampu menyebabkan vertigo, keracunan, lumpuh sistem syaraf pusat, sampai kematian. Biasanya, dulkamara disalahgunakan untuk pengawet di makanan berupa pie dan selai. 5. Sinamil Antranilat Snamil antranilat dikenal juga dengan sebutan asam antranilat. Bahan ini mulanya digunakan untuk perisa makanan. Akan tetapi, setelah diketahui sifat karsinogeniknya, asam antranilat ini pun dilarang penggunaannya. Lebih jelas lagi, bahan tambahan pangan yang dilarang ini bisa menyebabkan kanker ginjal, hati, paru-paru, dan pankreas. Aromanya yang serupa dengan buah-buahan sangat berpotensi untuk digunakan sebagai perisa makanan. Dapatkan Bahan Tambahan Pangan yang Aman di Global Solusi Ingredia Menambahkan zat-zat aditif pada makanan sebetulnya bukan hal yang dilarang sama sekali. Namun, perlu diperhatikan juga berbagai jenis bahan tambahan pangan yang dilarang oleh Kementerian Kesehatan. Jika Anda menginginkan bahan tambahan pangan yang aman, pastikan memilih produsen yang terpercaya. Salah satunya adalah Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menawarkan produk-produk seperti emulsifier , antioksidan, antimikroba, cokelat, stabilizer , pewarna, perisa, dan juga vitamin. Semua produk GSI tidak ada yang termasuk dalam bahan tambahan pangan yang dilarang. Sebab, sudah terdaftar di BPOM RI dan mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Untuk itu, kunjungi website globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan zat aditif yang Anda inginkan dan dijamin aman.
Tentunya Anda ketika menikmati makanan ataupun minuman kemasan, maka terkadang Anda mencermati komposisinya dan menemukan nama asam sitrat sebagai salah satu komposisinya. Asam sitrat berfungsi sebagai pengatur keasaman dan termasuk Bahan tambahan Pangan. Lantas apakah asam sitrat? Kemudian terbuat dari apakah bahan tersebut, dan bisakan mengkonsumsi asam sitrat dari makanan alami? Biar tidak semakin penasaran berikut ulasan selengkapnya. Sekilas Mengenai Asam Sitrat Asam sitrat atau yang sering dipakai sebagai pengatur keasaman makanan dan minuman merupakan sebuah senyawa khas yang bisa ditemukan dalam berbagai buah sitrus, utamanya pada buah jeruk nipis dan lemon. Senyawa inilah yang berfungsi memberikan cita rasa asam pada buah-buah tersebut. Sejarahnya asam sitrat pertama kali ditemukan tahun 1784 pada buah lemon oleh para ilmuwan di Swedia. Selanjutnya ditemukan pula pada buah sitrus dan asam sitrat juga mulai diproduksi secara industri dengan memakai fermentasi jamur jenis Aspergillus niger. Jamur jenis ini memproduksi asam sitrat dengan cara memproses gula. Rasa yang asam pada asam sitrat menjadikan bahan ini acapkali dicampurkan sebagai perisa ataupun sebagai pengawet misalnya dalam produk minuman soft drink serta permen. Selain itu pengatur keasaman ini juga sering dipakai sebagai pengawet desinfektan dan obat. Manfaat untuk Kesehatan Selain beberapa manfaat yang sudah disinggung di atas, asam sitrat juga memiliki berbagai manfaat untuk dunia kesehatan. Berikut beberapa manfaat tersebut: · Bisa mempercepat Proses Penyerapan Energi Senyawa asam sitrat yang dipadukan dengan mineral lain bisa ditemukan dalam model suplemen, karena salah satu keunggulan asam sitrat yaitu membantu tubuk agar bisa mengoptimalkan nutrisi lain. Sebagai contoh, suplemen kalsium sitrat disinyalir lebih baik bila dibandingkan dengan kalsium karbonat bagi orang yang memiliki asam lambung rendah. Hal ini karena suplemen kalsium sitrat tak memerlukan asam lambung dalam penyerapannya. Selain kalsium, masih ada suplemen sitrat yang juga dianggap bisa terserap lebih baik bila dibandingkan dengan suplemen magnesium sulfat maupun magnesium oksida. · Memproses Energi Di dalam tubuh ada sebuah siklus yang dikenal dengan reaksi kreb atau siklus asam sitrat. Reaksi kimia ini busa membantu tubuh dalam proses pengubahan energi menjadi sebuah energi siap digunakan. Terutama manusia serta makhluk hidup lain memperoleh energi dari siklus tersebut. · Berpeluang Menurunkan Risiko Penyakit Batu Ginjal Terakhir asam sitrat yang berbentuk suplemen kalium sitrat diklaim bisa membantu mencegah terbentuknya batu ginjal. Suplemen jenis ini juga bisa memecah batu ginjal apabila sudah terlanjur terbentuk. Anda dapat rutin mengkonsumsi buah-buahan sitrus yang merupakan sumber asam sitrat alami, jika ingin mengkonsumsi suplemen, maka ada baiknya Anda berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter. Pengatur Keasaman Alami Ada beberapa sumber asam sitrat alami yang bisa ditemukan pada beberapa jenis buah, antara lain dari: · Lemon · Jeruk nipis · Jeruk tangerine · Jeruk · Jeruk grapefruit · Jeruk bali · Nanas · Ceri · Stroberi · Tomat Asam sitrat yang berasal dari bahan alami kemudian mengalami proses ekstraksi dan industri hingga menjadi produk pengatur keasaman yang siap dipakai untuk berbagai makanan dan minuman. Maka ada penawaran menarik dari GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia menyediakan bahan tersebut secara lengkap dan berkualitas. Salah satu produk GSI yang dapat Anda gunakan meliputi pH Control Agents atau zat yang mengatur tingkat keasaman maupun basa suatu makanan atau minuman. Produk ini dapat Anda aplikasikan pada frozen dessert , cokelat, dan sebagainya. Silakan kunjungi website-nya di globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kategori produk yang dicari.
Makanan menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi siapapun sehingga pemenuhan kebutuhan pangan menjadi sangat penting. Seringkali dijumpai berbagai pangan yang memiliki cita rasa enak dan sedap. Tahukah Anda bahwa pangan atau makanan tersebut ternyata mendapat bahan tambahan pangan. Ada banyak tujuan penggunaan dan ada banyak pula ragam dari bahan tambahan pangan. Mungkin bahan tambahan ini sudah sering Anda gunakan ketika mengolah masakan, hanya saja selama ini mungkin belum sadar sudah menggunakannya. Langsung saja biar Anda semakin tahu dan paham jenis-jenis bahan yang dimaksud, berikut ulasan selengkapnya mengenai bahan tambahan pangan. Pemanis Buatan Bahan yang pertama adalah pemanis buatan yang sering digunakan untuk makanan ataupun minuman diet, tujuannya untuk meningkatkan tingkat kemanisan sekaligus mengurangi jumlah kandungan kalori. jenis pemanis buatan yang sering digunakan adalah kalium aspartam, sakarin, sukralosa, dan asulfulfam. Pemanis buatan faktanya bisa membantu menurunkan berat badan sekaligus membantu mengelola kadar gula yang ada di darah. Seseorang yang mengonsumsi makanan tambahan yang mengandung pemanis buatan ini selama 10 pekan, maka akan mempunyai lebih sedikit lemak serta berat badan dibandingkan dengan yang mengonsumsi gula biasa. Anti Kempal Selanjutnya ada anti kempal yang sering digunakan untuk mencegah penggumpalan pada makanan dan menjaga supaya bahan makanan tersebut gampang dituang serta makanan tersebut dengan mudah bisa dikemas atau dikonsumsi. Anti kempal merupakan senyawa an-hidrat yang bisa mengikat air tanpa perlu basah, kebanyakan bahan ini ditambahkan berupa wujud serbuk maupun granul. Ada banyak macam dari Anti kempal namun yang mendapatkan izin dari pemerintah hanya beberapa saja seperti kalsium karbonat, selulosa mikrokristal, asam miristat, natrium aluminosilikat, dan lain sebagainya. Anti Buih Anti buih adalah bahan yang bisa mencegah terbentuknya gelembung pada produk olahan makanan. Buih sendiri akan memengaruhi tekstur dari makanan, dalam proses pembentukan buih memiliki tahapan protein berdifusi di bagian permukaan udara-air, kemudian terbukanya lipatan protein serta menurunkan tegangan terhadap permukaan olahan. Sebab utama munculnya buih yaitu nilai Ph, whippin aids, dan konsentrasi protein. Buih ini akan berbentuk menyerupai gelembung kecil sama dengan ketika Anda mengocok sebuah adonan memakai mixer. Jenis anti buih yang aman adalah digliserida asam lemak dan kalsium algina. MSG (Monosodium Glutamat) Monosodium glutamat merupakan zat aditif makanan umum yang dipakai untuk mengintensifkan serta meningkatkan rasa makanan atau hidangan menjadi lebih gurih. Cita rasa tersebut bisa ditemukan pada berbagai makanan olahan semacam makanan beku, sup kaleng, dan camilan asin. MSG ini condong memiliki efek yang minimal serta tidak berpengaruh terhadap kesehatan otak manusia lantaran tidak bisa melewati syaraf darah menuju otak. Pengawet Makanan Pengawet makanan merupakan zat kimia yang berguna mencegah terjadinya dekomposisi karena pertumbuhan bakteri serta perubahan kimiawi. Apabila Anda hendak membeli makanan lebih baik jika Anda mengecek apakah pengawet tersebut aman serta tidak berbahaya. Berikut beberapa jenis pengawet makanan yang tidak berbahaya dan aman: · Asam benzoat dan garam natrium, kalium, serta kalsiumnya · Senyawa sulfit · Garam nitrit · Garam nitrat · Metil dan etil-para-hydroxybenzoate · Asam propionat dan garam natrium, kalium, serta kalsiumnya Berkaitan dengan bahan tambahan pangan yang beragam maka GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia yang menjadi perusahaan pemasok bahan makanan, fungsional maupun khusus yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia. GSI memiliki berbagai produk bahan tambahan pangan yang bisa diaplikasikan pada makanan ataupun minuman secara aman dan nyaman. Tentunya semua bahannya sudah mendapat izin edar dan berlisensi halal. Beberapa produk yang dikeluarkan oleh GSI meliputi minyak, vitamin, pengemulsi, enzim, antioksidan, dan masih banyak lagi. Silakan cek website resminya di globalsolusiingredia.com untuk keterangan lebih lengkap.
Jika membahas tentang pemanis buatan, maka yang paling sering dibahas adalah aspartam. Zat aditif yang satu ini pernah dituding sangat berbahaya karena bisa menyebabkan pengerasan otak serta sumsum tulang belakang. Padahal, banyak sekali produk makanan maupun minuman yang mengandung aspartam. Apakah kabar tersebut benar atau hanya lah hoax belaka? Mari bahas bersama pada artikel ini! Apa sih Aspartam Itu? Jika Anda melihat komposisi pada banyak minuman bersoda, pasti aspartam menjadi salah satu yang terdaftar di sana. Asal Anda tahu, aspartam adalah pemanis buatan dengan tingkat kemanisan yang tinggi yaitu 60 sampai 200 ketimbang gula. Bahan ini terdiri atas asam aspartat dan juga fenilalanin . Aspartam adalah pemanis yang mempunyai kandungan 4 kalori dalam 1 gramnya. Kandungan tersebut hampir sama dengan gula. Namun, karena tingkat kemanisannya yang jauh lebih tinggi, maka konsumsinya pun akan lebih sedikit. Sehingga, jumlah kalori yang masuk pun dapat diminimalisir. Saat ini, zat aditif ini sudah tersedia dalam bentuk cair, enkapsulasi, granular, serta tepung. Sehingga, bisa digunakan untuk berbagai bentuk makanan. Untuk bentuk enkapsulasi sendiri sifatnya lebih tahan panas dan bisa bertahan pada suhu yang tinggi ketika diproses. Dalam Surat keputusan Kepala BPOM No. H.K.00.05.5.1.4547, aspartam adalah bahan yang dapat digunakan dengan aman asal sesuai dengan takaran. Nah, untuk dosis hariannya sendiri maksimal 50 mg/kg berat badan. Jadi, ADI (acceptable daily intake) pada seseorang dengan berat badan 50 kg adalah 2500 mg per hari. Bagaimana Cara Mengonsumsi Aspartam yang Aman? Saat Anda mengonsumsi aspartam, maka tubuh akan memecahnya dalam bentuk metanol. Hal ini sama dengan saat Anda mengonsumsi jus, buah, serta berbagai minuman fermentasi. Sejauh ini, aspartam merupakan zat aditif yang paling teruji hampir bisa dikonsumsi semua orang. Hanya saja, tidak disarankan untuk orang yang lahir dengan kelainan genetik phenylketonuria (PKU). Dimana tubuh penderita tidak bisa memecah fenilalanin. Sehingga, konsumsinya akan berdampak buruk untuk tubuh. Sedangkan untuk penderita diabetes, aspartam dapat jadi pilihan zat manis tanpa khawatir dengan jumlah kalorinya. Meski begitu, konsumsi bagi penderita diabetes tidak bisa sembarangan. Anda tetap perlu memerhatikan kandungan yang masuk di dalam tubuh. Bagi orang normal, sebaiknya periksa kandungan aspartam pada minuman dan makanan yang dikonsumsi. Semisal, pada minuman berenergi dengan 145 mg aspartam, maka ini boleh dikonsumsi dalam sehari. Sebab, jumlah tersebut masih ada pada batas konsumsi harian. Namun, saat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung aspartam, pastikan bahwa merek tersebut sudah didaftarkan pada BPOM RI. Apabila produk tersebut sudah terdaftar, artinya, produk aman dan sudah melalui tahap evaluasi baik dari segi manfaat, keamanan, maupun mutunya. Aspartam di GSI Nah, setelah menyimak informasi di atas, Anda tentu tahu bahwa aspartam adalah zat yang aman dikonsumsi asalkan tidak melebihi dosis harian. Untuk itu, Anda juga bisa menambahkan pada bahan makanan. Aspartam juga bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jadi, jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar. Apabila Anda sedang memproduksi makanan atau minuman dengan pemanis aspartam, silakan dapatkan bahannya di Global Solusi Ingredia. Sebab, GSI menyediakan pemanis alami dan buatan yang dapat digunakan pada makanan panggang, minuman, serta makanan olahan lainnya. Selain aspartam, GSi juga menyediakan bahan pemanis lain seperti glukosa, fruktosa, mannitol, sirup jagung, sakarin, sucralose, dan sebagainya. Mulai sekarang, penuhi kebutuhan bahan makanan, bahan tambahan pangan, dan minyak hanya di Global Solusi Ingredia! Produsen bahan makanan dengan inovasi tinggi yang terkemuka di Indonesia, Malaysia, dan negara lainnya.
Dewasa ini banyak orang memilih menggunakan gula jagung untuk kesehariannya dengan alasan utamanya agar lebih sehat. Lantas apakah sebenarnya gula jenis ini? Gula jagung merupakan produk substitusi atau bisa juga disebut produk pengganti yang sering dipakai di minuman soda ataupun minuman yang menggunakan perasa buah lainnya. Secara kimia gula jenis ini memiliki kandungan fruktosa yang tinggi sehingga sangat berbeda dengan gula pada umumnya. Ada banyak kontroversi yang mengatakan gula berbahan jagung ini lebih berbahaya untuk tubuh tapi belum ada banyak bukti yang mendukung pendapat tersebut. Satu yang bisa dikatakan pasti, bahwa mengkonsumsi semua jenis pemanis seperti berbagai jenis gula bisa menambah asupan kalori. Apabila hal ini dibiarkan dalam jangka waktu lama maka kesehatan Anda akan menjadi pertaruhannya, seperti risiko penyakit mematikan semacam jantung maupun diabetes. Apakah Gula Jagung Itu Menyehatkan? Batas ideal dari konsumsi gula maksimal 10% dari jumlah semua asupan kalori per harinya. Ini tidak cuma dalam bentuk gula pasir ataupun gula berbahan jagung saja, akan tetapi termasuk makanan serta minuman dengan rasa manis. Jika Anda ingin tetap menjaga kesehatan tubuh maka sebaiknya kurangi asupan pemanis tambahan jenis apapun. Lebih-lebih jenis pemanis semacam gula dari jagung yang pada awalnya sering disebut sebagai high fructose corn syrup dipakai hampir sebagian besar makanan pabrikan. Gula jenis ini didapatkan dari proses produksi sirup jagung. Meskipun belum ditemukan bukti yang menguatkan bahwa gula jagung menyehatkan, tetapi, tetap bisa dikonsumsi oleh seseorang (bukan penderita diabetes) sesuai dengan kebutuhan kalori per harinya. Terlepas dari pro-kontra penggunaannya, gula jagung merupakan salah satu sumber serat. Hal inilah yang membedakannya dengan jenis gula yang lain. Gula jagung yang dikonsumsi anak-anak juga tidak akan membuat giginya keropos. Melainkan bisa mempertahankan kesehatan giginya. Proses Pembuatan Gula Jagung Gula jenis ini merupakan makanan rekayasa genetika. Proses awalnya jagung digiling supaya bisa mendapatkan tepung jagung yang dapat diproses menjadi sirup jagung. Sirup jagung sendiri memiliki kandungan utama berupa glukosa. Agar semakin mendekati rasa gula biasa (sukrosa), maka akan dilakukan pengkonversian glukosa untuk menjadi fruktosa memakai enzim tertentu. Secara kimia, kandungan berupa sukrosa dan fruktosa yang ada di sirup jagung tidak akan menyatu semacam sukrosa yang ada di gula pasir. Walaupun demikian, perbedaan yang ada di sini tidak akan memengaruhi dampak terhadap kesehatan Anda. Saat gula masuk ke dalam tubuh Anda maka sistem pencernaan akan memproses gula menjadi fruktosa serta glukosa, sehingga semua jenis gula akan berakhir dengan rupa yang sama. Pengaruh Gula Jagung Terhadap Kesehatan Perlu ditegaskan bahwa alasan utama yang menjadikan pemanis tambahan secara berlebihan tidak sehat untuk tubuh karena kandungan fruktosa yang tinggi di dalamnya. Sementara tubuh hanya punya liver yang dapat mengolah fruktosa. Saat liver kewalahan maka kandungan fruktosa akan dikonversi menjadi lemak. Lemak inilah yang nantinya akan menimbulkan banyak gangguan kesehatan. Jadi mau pakai gula pasir ataupun gula dari jagung semuanya sama-sama memengaruhi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebih. Asalkan penggunaannya sesuai dengan batas yang disarankan oleh tenaga kesehatan, menambahkan gula jagung dan jenis gula lainnya tetap aman. Jika Anda membutuhkan gula jagung dan pemanis tambahan yang aman dan sudah mengantongi BPOM, maka GSI (Global Solusi Ingredia) Indonesia adalah pilihan terbaiknya. Produk pemanis tambahan GSI dapat diaplikasikan pada makanan ataupun minuman. Bahan baku utama pemanis tambahan dari GSI adalah sukrosa, glukosa, sorbitol, mannitol, fruktosa, sirup jagung dengan fruktosa tinggi, sakarin, dan lain sebagainya. Sehingga pemanis tambahan ini dianggap lebih sehat jika penggunaannya tidak berlebihan.